Powered By Blogger

Minggu, 29 Januari 2017

PRAKTIKUM SANITASI DAN KEAMANAN PANGAN : Metode TPC

Diposting oleh Luneta Aurelia Fatma di 18.41.00



LAPORAN PRAKTIKUM
SANITASI DAN KEAMANAN PANGAN
Metode TPC





Kelompok 1

Ana Cholifatul Chusna              ( 2013340001 )
Husnun Hanifah                                    ( 2013340018 )
Luneta Aurelia Fatma                ( 2013340014 )
Niken Larasati                           ( 2013340033 )
Ulfa Ina Wardhani                     ( 2013340034 )
Veronika Rengganis C.R           ( 2013340013)


JURUSAN TEKNOLOGI PANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN
UNIVERSITAS SAHID JAKARTA
2016

I.                  Latar Belakang
Mikroba hampir terdapat disemua tempat. Dimulai dari permukaan tanah sampai pada lapisan atmosfer yang paling tinggi. Bahkan pada makanan, minuman dan obat-obatan yang kita konsumsi juga terdapat mikroorganisme yang bersifat infeksi. Dalam kehidupan ini, terdapat jenis bakteri namun bakteri-bakteri tersebut ada yang menguntungkan, ada juga yang merugikan. Bakteri yang menyebabkan penyakit ini biasa disebut dengan bakteri pathogen. Oleh karena itu, kita harus berhati-hati dalam mengkonsumsi makanan, minuman dan obat-obatan. Produk pangan dan obat-obatan yang beredar dimasyarakat harus melalui pengujian serta harus memiliki standar kualitas mikrobiologi. Pengujian kualitas mikrobiologi dalam produk pangan dan obat dilakukan agar produk yang dihasilkan bermanfaat serta aman untuk digunakan konsumen.
Dalam pengujian mutu suatu bahan pangan diperlukan berbagai uji yang mencakup uji fisik, uji kimia, uji mikrobiologi dan uji organoleptic. Uji mikrobiologi merupakan salah satu uji yang penting, karena selain dapat menduga daya tahan simpan suatu makanan, juga dapat digunakan sebagai indicator sanitasi makanan atau indikato keamanan makanan. Berbagai macam uji mikrobiologi dapat dilakukan terhadap pangan, meliputi uji kuantitatif mikroba untuk menentukan mutu dan daya suatu makanan, uji kualitatif mikroba untuk menentukan mutu dan daya tahan suatu makanan, uji kualitatif bakteri pathogen untuk menentukan tingkat keamanan dan uji bakteri indicator untuk menentukan tingkat sanitasi makanan tersebut. Pengujian yang dilakukan terhadap setiap bahan pangan tidak sama tergantung dari berbagai faktor seperti jenis dan komposisi bahan pangan, cara pengepakan dan penyimpanan, cara penanganan dan konsumsinya, kelopok konsumen dan berbagai faktor lainnya.

II.                  Tujuan Praktikum
Tujuan praktikum ini adalah untuk mengetahui jumlah mikroorganisme hidup yang terkandung pada produk pangan dengan menggunakan metode Total Plate Count (TPC).
III.                  Bahan dan Metode
Bahan :
1.      Jus jeruk
2.      Media PCA
3.      Media NA
4.      Larutan pengencer
Alat :
1.      Cawan petri
2.      Pipet
3.      Bunsen
4.      Tabung reaksi
Cara kerja :
1.      Sampel yang akan diuji yaitu jus jeruk dipersiapkan terlebih dahulu.
2.      Kemudian dipipet sebanyak 1 ml jus jeruk kemudian dimasukan kedalam tabung reaksi yang berisi 9 ml larutan pengencer. Dikocok hingga homogen.
3.      Setelah itu dipipet sebanyak 1 ml larutan yang ada dalam tabung reaksi, kemudian dimasukkan kedalam 2 cawan petri yang berbeda.
4.      Lalu kedalam salah satu cawan petri tersebut dimasukan media NA atau media PCA pada cawan petri yang lainnya. Kemudian dihomogenkan dan ditunggu hingga membeku.
5.      Diinkubasi pada suhu 30°C selama 48 jam.
6.      Dilakukan pengamatan terhadap jumlah mikroorganisme yang tumbuh pada masing-masing media NA atau media PCA yang digunakan.

IV.                   Data Pengamatan
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan di dapatkan data sebagai berikut:
Total Bakteri Cawan I : TBUD ( Terlalu Banyak Untuk Dihitung)
Total Bakteri Cawan II : TBUD ( Terlalu Banyak Untuk Dihitung)

V.                   Pembahasan
Total Plate Count (TPC) adalah menumbuhkan sel mikroorganisme yang masih hidup pada media agar, sehingga mikroorganisme akan berkembang biak dan membentuk koloni yang dapat dilihat langsung dan dihitung dengan mata tanpa menggunakan mikroskop. Metode ini merupakan metode yang paling sensitif untuk menentukan jumlah mikroorganisme.Dengan metode ini, kita dapat menghitung sel yang masih hidup, menentukan jenis mikroba yang tumbuh dalam media tersebut serta dapat mengisolasi dan mengidentifikasi jenis koloni mikroba tersebut.
Metode cawan petri / plate count metode dengan penaksiran jumlah kepadatan bakteri secara tidak langsung dan penghitungan bakterinya hanya yang hidup saja yang mati tidak. Dalam metode ini dilakukan pengenceran yang berseri 101-1010 agar populasi dapat terbaca, pengenceran yang menghasilkan 30-300 bakteri saja yang dapat dibaca dan dikatakan berhasil karena bila kuarang dari 30 untuk alasan statistic tidak dapat diterima bila lebih dari 300 kemungkinan ada koloni yang terlalu padat, terlalu dekat satu dengan yang lainya. Kelebihan metode ini perhitungan lebih meyakinkan karena yang dihitung bakteri yang hidup saja, dapat menghitung jasad renik lain sekaligus serta mengidentifikasi dan mengisolasi jasad renik mengetahui pertumbuhan jasad renik tersebut namun kekurangannya butuh waktu yang lama, media serta kondisi inkubasi yang berbeda menghasilkan data yang berbeda, membutuhkan media yang padat kering agar metode berhasil, dan terkadang hasil perhitungan tidak menunjukan hasil sebenarnya karena sel mungkin membuat koloni lain.
Penyebaran mikroorganisme yang tumbuh pada bahan hasil pertanian pada hasil olahnya pada umumya terdiri dari bakteri, jamur/kapang, virus dan disamping itu terdapat juga binatang satu sel. Pertumbuhan dan perkembangan mikroorganisme dalam bahan ( makanan ), akan menyebabkan perubahan-perubahan tertentu yaitu : perubahan yang bersifat fisik dan dan kimiawi, sebagai contoh yaitu: konsistensi bahan menjadi lunak, timbul gas atau aroma tertentu dan zat racun yang membahayakan. Jumlah penyebaran bakteri/mikroorganisme pada bahan (makanan ) yang sedang mengalami pembusukan sangat bervariasi jumlahnya dan tidak sama jenis ( species )-nya serta tergantung pada: varietas, habitat, susunan kimia, cara penanganan, suhu penyimpanan dan lain-lain.
Pertumbuhan mikroorganisme yang membentuk koloni dapat dianggap bahwa setiap koloni yang tumbuh berasal dari satu sel, maka dengan menghitung jumlah koloni dapat diketahui penyebaran bakteri yang ada pada bahan. Jumlah mikroba pada suatu bahan dapat dihitung dengan berbagai macam cara, tergantung pada bahan dan jenis mikrobanya. Ada 2 macam cara perhitungan jumlah mikroba/bakteri, yaitu perhitungan secara langsung dan tidak langsung
Perhitungan jumlah mikroba secara langsung yaitu jumlah mikroba dihitung secara keseluruhan, baik yang mati atau yang hidup sedangkan perhitungan jumlah miroba secara tidak langsung yaitu jumlah mikroba dihitung secara keseluruhan baik yang mati atau yang hidup atau hanya untuk menentukan jumlah mikroba yang hidup saja, ini tergantung cara-cara yang digunakan. Untuk menentukan jumlah miroba yang hidup dapat dilakukan setelah larutan bahan atau biakan mikroba diencerkan dengan factor pengenceran tertentu dan ditumbuhkan dalam media dengan cara-cara tertentu tergantung dari macam dan sifat-sifat mikroba.
Praktikum kali ini mengalamin kegagalan karena pada metode cawan petri tidak dapat terbaca melebihi toleransi pembacaan 30-300 koloni, populasi bakteri yang begitu banyak tak dapat dihitung karena waktu inkubasi yang terlalu lama sehingga baktri berkembang terlalu banyak mungkin seharusnya 24 jam sudah dapat dibaca namun ini 48 jam, selain itu dalam pengujian kali ini tidak dilakukan pengenceran sehingga bakteri yang tumbuh tidak dapat di hitung karena terlalu padat.
Dalam mikrobiologi , pembentuk koloni Unit (CFU) adalah perkiraan yang layak bakteri atau jamur angka. Tidak seperti langsungmikroskopis jumlah mana semua sel, mati dan hidup, dihitung, CFU memperkirakan sel layak. Munculnya koloni terlihat membutuhkan pertumbuhan yang signifikan dari sel awal berlapis - pada saat menghitung koloni itu tidak mungkin untuk menentukan apakah koloni muncul dari satu sel atau 1.000 sel. Oleh karena itu, hasilnya diberikan sebagai CFU / mL (unit pembentuk koloni per mililiter) untuk cairan, dan CFU / g (unit pembentuk koloni per gram) untuk padatan untuk mencerminkan ketidakpastian ini (bukan sel / mL atau sel / g ). (Wikipedia, 2012).

VI.                   Kesimpulan
Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan di dapatkan hasil total bakteri adalah TBUD, metode yang digunakan adalah penghitungan bakteri dengan metoda hitungan cawan, metode ini dilakukan karena mempunyai kelebihan yakni mudah dan efektif dalam proses penghitungan mikroba dan juga bakteri yang dihitung adalah bakteri yang tumbuh saja. Namun dalam pengujian perlu dilakukan pengenceran agar jumlah bakteri dapat dihitung.


DAFTAR PUSTAKA

Dwidjoseputro, D. 1994. Dasar dasar mikrobiologi. Jakarta: Djambatan.
Fardiaz, Srikandi. 1992. Mikrobiologi Pangan 1. Gramedia: Jakarta.
Gobel, Risco, B., dkk., 2008. Mikrobiologi Umum Dalam Prakte.Universitas Hasanuddin: Makassar.
Hadioetomo, R. 1990. Mikrobiologi Dasar-Dasar Dalam Praktek. Gramedia: Jakarta.
Hildan. 2011. http://hildan09.student.ipb.ac.id/2011/03/26/spektrofotometer-ipbbiokimia/. Diakses pada Oktober 2012.
Pelczar, Michael, J. 1986. Dasar- Dasar Mikrobiologi. Universitas Indonesia: Jakarta.
Penn, C. 1991. Handling laboratory microorganism. Open university: Milton Keynes.
Sutedjo, M. 1991. Mikrobiologi tanah. Renika cipta: Jakarta.










My Birthday :)

Daisypath - Personal pictureDaisypath Happy Birthday tickers
 

PURPLE CATZ Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review