Senin, 30 Agustus 2021
Luka
Rabu, 25 Agustus 2021
Jarak
Minggu, 22 Agustus 2021
Tanpa aba-aba
Kamu datang
Membawa secerca harapan
Sejenak hatiku merasa lega
Aku bersyukur kamu ada
Kamu melukis senyum dan tawa
Yang aku pikir tidak bisa aku ukir lagi
Sejenak semuanya terasa ringan
Semua terasa menenangkan
Namun, kenyataannya tidak bertahan lama
Kamu pergi. Pergi tanpa aba-aba
Meninggalkan aku sendiri
Yang bertanya-tanya "Apa dan dimana salahku?"
Tanpa melihatku kembali
Kamu diujung sana berdiri
Berdiri tegak dan tertawa
Tanpa menyadari ada hati yang kamu sakiti
Aku disini.
Hanya bisa tersenyum pahit
Ku kira kamu akan jadi yang terakhir
Tenyata kamu hanya menganggap aku peristirahatan sejenak
Rabu, 23 Juni 2021
Asing
Aku pernah membayangkan
Bagaimana seseorang yang setiap saat tau kabar kita, mendengar semua cerita kita, menemani kita senang maupun sedih
Tiba-tiba menjadi asing
Seperti kita tidak pernah memiliki hubungan istimewa itu
Membayangkan itu rasanya menyedihkan sekali
Namun, saat hal itu menjadi kenyataan
Ternyata rasanya bukan hanya sedih tetapi sangat menyakitkan
Perih dan sesak
Setiap malam melamun
Kehilangan arah
Gak semua orang bisa menjadi rumah
Rumah baru mungkin tidak senyaman rumah lama
Dulu saat tertidur dalam keadaan sembab
Dia memelukku erat dan hangat
Mengusap pipi dan rambutku
Dia berkata "Jangan menangis, kamu kuat, esok lebih baik."
Saat semua menjadi asing, aku menjadi takut
Bagaimana jika rumah baruku juga pergi meninggalkanku sendiri
Aku tidak ingin terlalu nyaman
Tapi sekarang kamu tempat singgahku
Rasanya aneh
Asing
Langitku redup, berharap kamu menjadi matahari
Bukan pelangi yang hanya sementara
Minggu, 20 Juni 2021
Bahagia?
Aku tidak tau benar-benar apa itu definisi bahagia
Merasakannya pun sepertinya aku sudah lupa
Menyedihkannya tidak satu orang pun mengingatkan
Bagaimana rasanya bahagia?
Tersenyum bukan berarti aku bahagia
Perasaanku rasanya kosong
Aku tidak merasakan apapun
Rasanya hampa
Sudah lama sekali waktu silih berganti
Aku rindu tawa
Yang mengantarkan aku kepada bahagia
Menarik garis bibir dengan sempurna
Dunia ini penat dan sesak
Ramai dan sibuk
Aku terdiam, merenung
Apakah aku bisa bahagia?
Aku berdoa dan berusaha
Sekuat apapun, tidak bisa dipaksa
Pura-pura hanya menjadi lelah
Bahagia?
Bahagia yah...
Bisakah kamu mendefinisikannya untukku?
Sabtu, 19 Juni 2021
Peralihan
Memulai kembali dari awal
Mengenal, memahami, mengerti orang baru
Melakukan, menjalani, menjalin cerita baru
Rasanya sungguh berbeda
Rasanya asing
Menyenangkan namun terbesit sesak
Entah dimana
Entah apa
Mungkin karena belum terbiasa
Namun, ketakutan tetap ada
Takut ditinggal
Takut disakiti
Memupuk kembali kepercayaan
Merajut kembali kasih sayang
Menjahit hati yang hancur
Menyembuhkan yang terluka
Berharap kali ini yang terbaik
Mengharap kali ini yang terakhir
Lelah akan semua penantian
Tapi seseorang datang dan pergi
Menyisakan kenangan, baik maupun buruk
Silih berganti cepat atau lambat
Kita harus siap
Peralihan itu tidak mudah
Pintu
Aku membuka pintu
Pintu yang aku tutup dan kunci rapat
Jika diketuk aku hanya mengintip
Banyak goresan-goresan berusaha mendobrak pintu itu
Kamu mengetuk pintu itu
Untukmu, aku membukanya
Mempersilahkan kamu masuk dengan baik
Karena aku percaya kamu berbeda
Ini tak mudah
Namun tidak sulit juga
Aku hanya perlu membuatmu nyaman bukan?
Agar kamu menganggap aku rumah, tempatmu pulang
Dengan begitu kamu tidak akan keluar dari pintu itu bukan?
Oh tidak?
Apa kamu merasa terkekang?
Apa aku tidak senyaman rumahmu sebelumnya?
Aku harus apa?
Apa rumah ini kurang hangat?
Tolong, berdiamlah disini
Karena aku sudah percaya kamu
Sabtu, 15 Mei 2021
Hilang...
Aku perlahan kehilangan diriku
Kendali yang aku pegang penuh, kini lepas
Aku kehabisan kontrol
Aku kewalahan
Aku tidak mengenali diriku
Dia siapa?
Dengan seringai tajam menertawaiku
Matanya memicik licik
Dia bukan aku
Aku tidak mengenalinya
Dia berbeda
Dia terlihat mati rasa
Kadang tertawa gila
Kadang menangis dan menghujat
Aku bingung
Aku benar-benar kehilangan diriku
Hilang...
Sampai rasanya muak sekali
Aku ingin kembali
Tetapi seakan tidak bisa
Minggu, 25 April 2021
Belum sembuh
Hallo Dokter...
Sudah dua bulan aku disini
Di rumah sakit yang dingin
Aroma sunyi menusuk
Kenapa kamu menyuruhku pulang?
Aku belum sembuh
Lukanya belum tertutup
Masih terasa sakit
Bisakah aku disini lebih lama, Dok?
Aku masih ingin berbaring
Memejamkan mata dengan tenang
Menikmati setiap hembus nafasku
Aku sudah menelan obat-obat itu
Bukan berarti aku sudah sembuh
Hanya saja, aku sudah membaik
Meski belum sepenuhnya pulih
Apa kamu tidak mau mengobatiku lagi, Dok?
Sebentar saja
Sebentar lagi
Aku yakin sebentar lagi aku sembuh
Obat
Terkadang kamu dingin
Terkadang kamu hangat
Kamu membekukan
Namun, kamu pula yang mencairkan
Hangat peluk tubuhmu
Menenangkanku sejenak, rasanya nyaman
Aku lupa, kalau kamu hanya sementara
Aku lupa, kalau kita bukan apa-apa
Ketika malam datang, kamu ada
Menemani malam yang sunyi
Yang selalu menyesakan untukku
Yang selalu memilukan batinku
Ketika pagi tiba, kamu menghilang
Pergi dan menjadi asing
Tidak mempedulikan
Seakan melupakan
Aku tak mencarimu
Namun, aku butuh kamu
Kamu adalah obatku
Rasanya pahit namun menyembuhkan
Singgah
Pertama kali bertemu kita sama-sama tau
Kita hanya bermain
Dipertemukan disaat saling butuh
Disaat tepat dan saling mengutuhkan
Memeluk dan menggenggam
Hangat dan terisi
Aku tau, nyatanya kamu hanya tempat singgah
Aku sadar suatu saat aku dan kamu akan pergi
Entah siapa yang lebih dulu
Namun, itu sebuah kepastian
Kita tak akan pernah mungkin
Maka sejak awal, kita berjanji
Tidak ada perasaan, bukan?
Tidak ada ikatan...ya kan?
Ternyata kamu yang pergi duluan
Meski sudah tau dan paham
Rasanya tetap memilukan
Aku masih ingin singgah
Kamu sudah tidak ada
Aku masih disini
Kenyataannya waktuku untuk singgah
Ternyata sudah habis ya?
Sabtu, 13 Februari 2021
Cepat
Semua berlalu begitu cepat
Hingga nafasku terengah dan lelah
Aku bingung
Aku sendiri
Bagaimana bisa seseorang yang begitu mencinta
Sekarang asing, seakan tidak kenal
Secepat itu
Sedrastis itu
Seseorang yang pernah berjanji akan selalu ada dalam keadaan apapun
Berubah menjadi asing
Seperti orang lain
Keadaan berubah dan berbeda
Kalau rasanya akan seaneh ini
Mengapa harus ada janji yang terucap?
Kalau akhirnya menjadi seperti ini
Lebih baik tidak usah pernah memulai
Yang berjalan begitu lama dan panjang
Dengan secepat kilat berubah
Menjadi keadaan yang asing
Dan tidak bisa kembali ke awal
Sabtu, 06 Februari 2021
Kepercayaan
Lama sudah kita bersama
Kepercayaan demi kepercayaan dibangun
Dipupuk hingga tumbuh
Kadang kali berguncang
Suatu hari kepercayaan itu runtuh
Kita coba perbaiki
Memperbaiki dan membenarkan
Agar kembali tumbuh berbunga dan berbuah
Angin, badai, hujan menerpa kepercayaan kita
Namun kita masih kokoh dan teguh
Kita saling menguatkan
Walau sering kali menyerah
Sampai akhirnya kepercayaan kita rusak
Dan kamu lah yang merusaknya
Kamu yang bersamaku merawat kepercayaan ini
Tapi ternyata kamu pula yang menghancurkan
Sejak itu aku tidak pernah percaya lagi
Selamanya
Sabtu, 30 Januari 2021
Jahat
Hari-hariku sendu
Awan kelabu
Langit mendung
Hujan tidak henti-henti
Dingin mencekam diriku
Aku kerap kali bersembunyi di bawah selimut
Memeluk diriku erat erat
Ditemani suara gemeletuk gigiku
Kamu bilang, kamu sangat menyayangiku
Apapun yang terjadi kamu tetap sayang aku
Terlihat selama ini aku yang ingkar
Kenyataannya kamu yang khianat
Aku pikir kamu benar-benar menyayangiku
Bisa jadi tempat aku pulang
Memelukku erat saat aku sedih
Menikmati bahagia pada hari ceriaku
Bodohnya aku berpikir seperti itu
Ternyata selama ini aku tertipu
Mungkin memang kau penipu
Tapi aku masih berusaha percaya
Percaya bahwa seseorang bisa berubah
Memberikan kesempatan berharga berulang kali
Saat kita berakhir aku masih berharap
Semua akan baik-baik saja
Aku yakinkan kepadamu kekuatan doa
Aku mendoakanmu selalu
Mendoakan kita bersama
Mungkin entah kapan, suatu saat nanti takdir kita bersama
Ternyata aku berdoa sendirian
Sementara kamu? Sudah pergi sejak awal
Hati mana yang kamu sakiti?
Hati aku yang mana?
Sejak awal sudah kamu hancurkan
Lalu? Sisanya mau kau binasakan juga?
Kejam memang
Orang yang paling aku percaya bisa menjadi pelindungku
Nyatanya yang paling jahat menghancurkan aku
Kenapa bisa?
Mungkin aku punya banyak kesalahan
Tapi kenapa kamu tidak tinggalkan aku saja?
Kenapa harus berbohong?
Menghancurkan pelan-pelan
Tapi aku bersyukur
Bukan aku yang jahat
Bukan aku yang memilih begini
Akhirnya Tuhan berikan jawaban
Bahwa kamu tidak pantas mendapatkan rasa sayangku
Pergilah yang jauh
Lihatlah nanti dikemudian hari
Aku adalah orang yang paling kau sesali untuk disakiti
Jumat, 29 Januari 2021
Januari
Hi, Januari...
Harusnya kamu menjadi awal indah
Namun kenapa kamu menjadi awal terburuk untukku
Kenapa?
Semua mimpiku sirna
Yang tadinya saling merajut dan menjalin
Kini, seakan bukan apa-apa lagi
Kosong
Aku masih berharap akan berakhir indah
Tapi, manusia hanya bisa berencana bukan?
Januari menjadi saksi, bagaimana aku merasa betapa kejamnya dunia padaku
Bagaimana aku menangis tiap hari
Meratap pada Januari
Please, be good.
Mendekap kuku-kuku tanganku
Berharap semua berakhir setidaknya dengan baik
Januari...
Apa aku salah berharap terlalu tinggi?
Nyatanya aku jatuh
Januariku sangat buruk
Selasa, 12 Januari 2021
Pergi
Apa yang kamu lakukan?
Jika orang yang paling kamu percayakan ternyata berpura-pura
Apa yang kamu rasakan?
Jika orang yang paling kamu kira melindungi paling depan ternyata yang pertama menusukmu dari belakang
Aku berjalan
Kemudian dengan cepat berlari
Keringat terucucur begitu deras
Sampai aku terseok lelah
Aku ingin menggenggam tangan itu
Tangan yang berjanji akan merangkulku
Saat aku senang, saat aku butuh pegangan
Menuntunku ke wilayah lebih layak
Aku ingin mendekap
Pelukan yang berjanji akan mendekapku erat
Saat aku senang, pun saat aku tidak tau harus apa
Membawaku ke arah lebih indah
Namun...
Kini aku ingin pergi
Pergi ke tempat dimana aku bisa duduk dan merenung
Melihat luas angkasa indah
Sampai aku sadar, aku tidak perlu kamu lagi
Jumat, 08 Januari 2021
Mati Rasa
Rasanya aku banyak terdiam
Sesekali hanya menarik nafas berat
Tidak tau aku siapa, dimana, dan sedang apa?
Kosong dan hening
Jantungku berdegup cepat
Aliran darahku memanas
Aku cuma tau, rasanya tidak enak walaupun hanya diam
Benar-benar tercabik
Aku mati rasa
Rasa sakit ini membuatku mulai tak peduli
Mau baik ataupun buruk
Sepertinya aku akan tetap seperti ini
Aku begini pun
Tidak ada yang sadar dan tidak ada yang peduli
Bahkan aku sendiri
Tidak tau apa yang ku rasa
Sabtu, 05 Desember 2020
Persimpangan
Aku terhenti...
Entah sudh berapa kali melewati persimpangan ini
Mataku sembab
Tenggorokanku kering
Hidungku basah
Gemetar tanganku, menggigil
Melihat kanan, kiri, depan, belakang
Sepi
Aku sendirian
Aku ingin berlari tapi sudah tak sanggup
Kakiku payah
Jalan pun aku tertatih
Aku tidak melihat titik terang
Tidak ada yang mencari
Apalagi mencintaiku
Semua sibuk sendiri-sendiri
Tak ada yang peduli
Sampai jika suatu saat ku temukan
Siapapun, dia yang akan selalu jadi alasanku tersenyum
Dimanapun, dia yang akan selalu ku cari disaat ku sedih
Aku akan sangat bersyukur
Rabu, 18 November 2020
Pergi jauh
Ketika hari yang buruk terjadi
Malam yang gelap dan hening
Isak tangis tertutup oleh deras hujan yang jatuh
Dan tak ada siapapun
Berharap ada seseorang
Memelukku erat
Berkata "Semua akan baik-baik saja."
Kemudian mengusap kepalaku lembut
Berharap ada seseorang
Menghapus air mataku
Berkata "Kamu pasti bisa bahagia."
Kemudian tersenyum lembut
Menjaga diriku
Melewati semua hari buruk
Melindungiku
Dari segala kesedihan
Membawaku pergi jauh
Dimana akan selalu ada
Orang yang menghiburku
Bagaimanapun aku
Membawaku pergi jauh
Sampai lupa
Rasa sakit itu tidak pernah ada
Dan seterusnya, hidup bahagia
Rabu, 04 November 2020
Gelap
Tiba-tiba semuanya gelap
Terasa abu-abu
Lagi-lagi sesak
Tak berarah
Mencoba berlari hingga lelah
Berdarah dan bernanah
Aku tidak tau harus kemana
Tidak ada tujuan
Aku ingin berhenti sejenak
Aku ingin bersembunyi
Namun semua terlihat mustahil
Seperti didorong paksa
Hingga jatuh pun, siapa peduli?
Semua sibuk
Sampai kapan bisa bertahan
Mencari celah-celah cahaya
Menghirup dengan nafas terengah
Aku ingin menyerah

