Powered By Blogger
Tampilkan postingan dengan label My little heart. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My little heart. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 Agustus 2021

Luka

Diposting oleh Luneta Aurelia Fatma di 00.47.00 0 komentar
Mungkin aku terlambat menyadari
Atau mungkin kamu yang sudah melewati
Kita tidak bertemu lagi
Dititik yang sama dimana kita berjanji

Kamu penuh luka
Kamu berantakan
Aku berikan ragaku, menjadi obat sekaligus perisaimu

Aku belum melihat senyum dan tawa lagi
Yang dulu indah terukir di bibir manismu
Terkadang aku rindu
Bagaimana kita berdiri bersama, berdamping penuh canda

Aku tidak ingin melepasmu
Aku ingin kamu disini
Bersamaku...
Selamanya...

Aku nyaris mati
Kini aku terluka
Ketika aku tertatih dalam luka
Kamu melepasku

Kamu bahkan mendorongku jatuh dan jauh
Tenggelam dalam rasa bingung dan benci

Kamu menyakitiku

Aku masih mengeratkan genggamanku
Berharap kamu juga menggenggam erat aku
Aku tidak ingin kamu pergi
Tapi apakah kamu peduli?

Aku tidak tau

Harapan itu semakin kecil
Tidak bisa dipercaya namun nyata
Aku sadar, jika aku tidak melepaskan
Aku akan merasa perih

Bukan. Bukan hanya aku.
Kamu penuh air mata
Tetapi kita. Kita akan sama-sama sakit

Pergilah. Jangan kembali.
Begitu pula aku.
Ini sudah berakhir.
Semoga, saat berjumpa lagi.

Kita sudah lupa.
Pernah ada rasa yang kita perjuangkan.

Rabu, 25 Agustus 2021

Jarak

Diposting oleh Luneta Aurelia Fatma di 23.42.00 0 komentar
Aku dan kamu tau, ada hal yang sulit untuk kita
Hal yang banyak orang cemaskan
Hal yang banyak orang tak ingin
Namun kita yakin dan percaya kita bisa jalani

Aku dan kamu berjanji
Walaupun jemari kita tidak saling menggenggam
Tubuh kita tak saling mendekap
Kita akan selalu setia

Ya, jarak...
Dari awal kita paham dan sadar
Raga kita terpisah jauh
Tetapi hati kita selalu berusaha dekat

Banyak hal telah terjadi
Rasa bosan
Rasa jenuh
Menjadikan setia terasa lebih sulit

Aku yakin kamu menyayangi aku, seperti aku kepadamu
Aku percaya kamu tidak ingkar
Aku pun yakin
Pada akhirnya, aku akan bersamamu

Namun, kenyataan menyakitkan menamparku
Ternyata hanya aku yang masih yakin dan percaya
Sedangkan kamu sudah mundur
Entah sejak kapan

Aku anggap kamu lelah
Sehingga aku masih tegak berdiri disebelahmu
Mengelus pipi dan air matamu yang jatuh
Menjahit luka-lukamu

Sampai akhirnya aku sadar
Bukan aku yang kamu mau
Bukan aku yang kamu lihat
Tetapi dia yang menghancurkanmu yang ada dihatimu

Jika memang begitu
Aku ikut mundur
Berjuang sendirian itu menyakitkan bukan?
Ternyata bukan jarak yang memisahkan

Tetapi hati kamu yang memilih perpisahan

Minggu, 22 Agustus 2021

Tanpa aba-aba

Diposting oleh Luneta Aurelia Fatma di 02.28.00 0 komentar

Kamu datang

Membawa secerca harapan

Sejenak hatiku merasa lega

Aku bersyukur kamu ada


Kamu melukis senyum dan tawa

Yang aku pikir tidak bisa aku ukir lagi

Sejenak semuanya terasa ringan

Semua terasa menenangkan


Namun, kenyataannya tidak bertahan lama

Kamu pergi. Pergi tanpa aba-aba

Meninggalkan aku sendiri

Yang bertanya-tanya "Apa dan dimana salahku?"


Tanpa melihatku kembali

Kamu diujung sana berdiri

Berdiri tegak dan tertawa

Tanpa menyadari ada hati yang kamu sakiti


Aku disini.

Hanya bisa tersenyum pahit

Ku kira kamu akan jadi yang terakhir

Tenyata kamu hanya menganggap aku peristirahatan sejenak

Rabu, 23 Juni 2021

Asing

Diposting oleh Luneta Aurelia Fatma di 09.08.00 0 komentar

Aku pernah membayangkan

Bagaimana seseorang yang setiap saat tau kabar kita, mendengar semua cerita kita, menemani kita senang maupun sedih

Tiba-tiba menjadi asing

Seperti kita tidak pernah memiliki hubungan istimewa itu


Membayangkan itu rasanya menyedihkan sekali

Namun, saat hal itu menjadi kenyataan

Ternyata rasanya bukan hanya sedih tetapi sangat menyakitkan

Perih dan sesak


Setiap malam melamun

Kehilangan arah

Gak semua orang bisa menjadi rumah

Rumah baru mungkin tidak senyaman rumah lama


Dulu saat tertidur dalam keadaan sembab

Dia memelukku erat dan hangat

Mengusap pipi dan rambutku

Dia berkata "Jangan menangis, kamu kuat, esok lebih baik."


Saat semua menjadi asing, aku menjadi takut

Bagaimana jika rumah baruku juga pergi meninggalkanku sendiri

Aku tidak ingin terlalu nyaman

Tapi sekarang kamu tempat singgahku


Rasanya aneh

Asing

Langitku redup, berharap kamu menjadi matahari

Bukan pelangi yang hanya sementara

Minggu, 20 Juni 2021

Bahagia?

Diposting oleh Luneta Aurelia Fatma di 15.04.00 0 komentar

Aku tidak tau benar-benar apa itu definisi bahagia

Merasakannya pun sepertinya aku sudah lupa

Menyedihkannya tidak satu orang pun mengingatkan

Bagaimana rasanya bahagia?


Tersenyum bukan berarti aku bahagia

Perasaanku rasanya kosong

Aku tidak merasakan apapun

Rasanya hampa


Sudah lama sekali waktu silih berganti

Aku rindu tawa

Yang mengantarkan aku kepada bahagia

Menarik garis bibir dengan sempurna


Dunia ini penat dan sesak

Ramai dan sibuk

Aku terdiam, merenung

Apakah aku bisa bahagia?


Aku berdoa dan berusaha

Sekuat apapun, tidak bisa dipaksa

Pura-pura hanya menjadi lelah

Bahagia?


Bahagia yah...

Bisakah kamu mendefinisikannya untukku?

Sabtu, 19 Juni 2021

Peralihan

Diposting oleh Luneta Aurelia Fatma di 03.01.00 0 komentar

Memulai kembali dari awal

Mengenal, memahami, mengerti orang baru

Melakukan, menjalani, menjalin cerita baru

Rasanya sungguh berbeda


Rasanya asing

Menyenangkan namun terbesit sesak

Entah dimana

Entah apa


Mungkin karena belum terbiasa

Namun, ketakutan tetap ada

Takut ditinggal

Takut disakiti


Memupuk kembali kepercayaan

Merajut kembali kasih sayang

Menjahit hati yang hancur

Menyembuhkan yang terluka


Berharap kali ini yang terbaik

Mengharap kali ini yang terakhir

Lelah akan semua penantian

Tapi seseorang datang dan pergi


Menyisakan kenangan, baik maupun buruk

Silih berganti cepat atau lambat

Kita harus siap

Peralihan itu tidak mudah

Pintu

Diposting oleh Luneta Aurelia Fatma di 02.41.00 0 komentar

Aku membuka pintu

Pintu yang aku tutup dan kunci rapat

Jika diketuk aku hanya mengintip

Banyak goresan-goresan berusaha mendobrak pintu itu


Kamu mengetuk pintu itu

Untukmu, aku membukanya

Mempersilahkan kamu masuk dengan baik

Karena aku percaya kamu berbeda


Ini tak mudah

Namun tidak sulit juga

Aku hanya perlu membuatmu nyaman bukan?

Agar kamu menganggap aku rumah, tempatmu pulang


Dengan begitu kamu tidak akan keluar dari pintu itu bukan?

Oh tidak?

Apa kamu merasa terkekang?

Apa aku tidak senyaman rumahmu sebelumnya?


Aku harus apa?

Apa rumah ini kurang hangat?

Tolong, berdiamlah disini

Karena aku sudah percaya kamu

Sabtu, 15 Mei 2021

Hilang...

Diposting oleh Luneta Aurelia Fatma di 07.20.00 0 komentar

Aku perlahan kehilangan diriku

Kendali yang aku pegang penuh, kini lepas

Aku kehabisan kontrol

Aku kewalahan


Aku tidak mengenali diriku

Dia siapa?

Dengan seringai tajam menertawaiku

Matanya memicik licik


Dia bukan aku

Aku tidak mengenalinya

Dia berbeda

Dia terlihat mati rasa


Kadang tertawa gila

Kadang menangis dan menghujat

Aku bingung

Aku benar-benar kehilangan diriku


Hilang...

Sampai rasanya muak sekali

Aku ingin kembali

Tetapi seakan tidak bisa

Minggu, 25 April 2021

Belum sembuh

Diposting oleh Luneta Aurelia Fatma di 14.38.00 0 komentar

Hallo Dokter...

Sudah dua bulan aku disini

Di rumah sakit yang dingin

Aroma sunyi menusuk


Kenapa kamu menyuruhku pulang?

Aku belum sembuh

Lukanya belum tertutup

Masih terasa sakit


Bisakah aku disini lebih lama, Dok?

Aku masih ingin berbaring

Memejamkan mata dengan tenang

Menikmati setiap hembus nafasku


Aku sudah menelan obat-obat itu

Bukan berarti aku sudah sembuh

Hanya saja, aku sudah membaik

Meski belum sepenuhnya pulih


Apa kamu tidak mau mengobatiku lagi, Dok?

Sebentar saja

Sebentar lagi

Aku yakin sebentar lagi aku sembuh

Obat

Diposting oleh Luneta Aurelia Fatma di 14.32.00 0 komentar

Terkadang kamu dingin

Terkadang kamu hangat

Kamu membekukan

Namun, kamu pula yang mencairkan


Hangat peluk tubuhmu

Menenangkanku sejenak, rasanya nyaman

Aku lupa, kalau kamu hanya sementara

Aku lupa, kalau kita bukan apa-apa


Ketika malam datang, kamu ada

Menemani malam yang sunyi

Yang selalu menyesakan untukku

Yang selalu memilukan batinku


Ketika pagi tiba, kamu menghilang

Pergi dan menjadi asing

Tidak mempedulikan

Seakan melupakan


Aku tak mencarimu

Namun, aku butuh kamu

Kamu adalah obatku

Rasanya pahit namun menyembuhkan

Singgah

Diposting oleh Luneta Aurelia Fatma di 08.03.00 0 komentar

Pertama kali bertemu kita sama-sama tau

Kita hanya bermain


Dipertemukan disaat saling butuh

Disaat tepat dan saling mengutuhkan

Memeluk dan menggenggam

Hangat dan terisi


Aku tau, nyatanya kamu hanya tempat singgah

Aku sadar suatu saat aku dan kamu akan pergi

Entah siapa yang lebih dulu

Namun, itu sebuah kepastian


Kita tak akan pernah mungkin

Maka sejak awal, kita berjanji

Tidak ada perasaan, bukan?

Tidak ada ikatan...ya kan?


Ternyata kamu yang pergi duluan

Meski sudah tau dan paham

Rasanya tetap memilukan

Aku masih ingin singgah


Kamu sudah tidak ada

Aku masih disini

Kenyataannya waktuku untuk singgah

Ternyata sudah habis ya?

Sabtu, 13 Februari 2021

Cepat

Diposting oleh Luneta Aurelia Fatma di 06.23.00 0 komentar

Semua berlalu begitu cepat

Hingga nafasku terengah dan lelah

Aku bingung

Aku sendiri


Bagaimana bisa seseorang yang begitu mencinta

Sekarang asing, seakan tidak kenal

Secepat itu

Sedrastis itu


Seseorang yang pernah berjanji akan selalu ada dalam keadaan apapun

Berubah menjadi asing

Seperti orang lain

Keadaan berubah dan berbeda


Kalau rasanya akan seaneh ini

Mengapa harus ada janji yang terucap?

Kalau akhirnya menjadi seperti ini

Lebih baik tidak usah pernah memulai


Yang berjalan begitu lama dan panjang

Dengan secepat kilat berubah

Menjadi keadaan yang asing

Dan tidak bisa kembali ke awal

Sabtu, 06 Februari 2021

Kepercayaan

Diposting oleh Luneta Aurelia Fatma di 09.45.00 0 komentar

Lama sudah kita bersama

Kepercayaan demi kepercayaan dibangun

Dipupuk hingga tumbuh

Kadang kali berguncang


Suatu hari kepercayaan itu runtuh

Kita coba perbaiki

Memperbaiki dan membenarkan

Agar kembali tumbuh berbunga dan berbuah


Angin, badai, hujan menerpa kepercayaan kita

Namun kita masih kokoh dan teguh

Kita saling menguatkan

Walau sering kali menyerah


Sampai akhirnya kepercayaan kita rusak

Dan kamu lah yang merusaknya

Kamu yang bersamaku merawat kepercayaan ini

Tapi ternyata kamu pula yang menghancurkan


Sejak itu aku tidak pernah percaya lagi

Selamanya

Sabtu, 30 Januari 2021

Jahat

Diposting oleh Luneta Aurelia Fatma di 16.41.00 0 komentar

Hari-hariku sendu

Awan kelabu

Langit mendung

Hujan tidak henti-henti


Dingin mencekam diriku

Aku kerap kali bersembunyi di bawah selimut

Memeluk diriku erat erat

Ditemani suara gemeletuk gigiku


Kamu bilang, kamu sangat menyayangiku

Apapun yang terjadi kamu tetap sayang aku

Terlihat selama ini aku yang ingkar

Kenyataannya kamu yang khianat


Aku pikir kamu benar-benar menyayangiku

Bisa jadi tempat aku pulang

Memelukku erat saat aku sedih

Menikmati bahagia pada hari ceriaku


Bodohnya aku berpikir seperti itu

Ternyata selama ini aku tertipu

Mungkin memang kau penipu

Tapi aku masih berusaha percaya


Percaya bahwa seseorang bisa berubah

Memberikan kesempatan berharga berulang kali


Saat kita berakhir aku masih berharap

Semua akan baik-baik saja

Aku yakinkan kepadamu kekuatan doa

Aku mendoakanmu selalu


Mendoakan kita bersama

Mungkin entah kapan, suatu saat nanti takdir kita bersama

Ternyata aku berdoa sendirian

Sementara kamu? Sudah pergi sejak awal


Hati mana yang kamu sakiti?

Hati aku yang mana?

Sejak awal sudah kamu hancurkan

Lalu? Sisanya mau kau binasakan juga?


Kejam memang

Orang yang paling aku percaya bisa menjadi pelindungku

Nyatanya yang paling jahat menghancurkan aku

Kenapa bisa?


Mungkin aku punya banyak kesalahan

Tapi kenapa kamu tidak tinggalkan aku saja?

Kenapa harus berbohong?

Menghancurkan pelan-pelan


Tapi aku bersyukur

Bukan aku yang jahat

Bukan aku yang memilih begini

Akhirnya Tuhan berikan jawaban


Bahwa kamu tidak pantas mendapatkan rasa sayangku

Pergilah yang jauh

Lihatlah nanti dikemudian hari

Aku adalah orang yang paling kau sesali untuk disakiti

Jumat, 29 Januari 2021

Januari

Diposting oleh Luneta Aurelia Fatma di 23.03.00 0 komentar

Hi, Januari...

Harusnya kamu menjadi awal indah

Namun kenapa kamu menjadi awal terburuk untukku

Kenapa?


Semua mimpiku sirna

Yang tadinya saling merajut dan menjalin

Kini, seakan bukan apa-apa lagi

Kosong


Aku masih berharap akan berakhir indah

Tapi, manusia hanya bisa berencana bukan?

Januari menjadi saksi, bagaimana aku merasa betapa kejamnya dunia padaku

Bagaimana aku menangis tiap hari


Meratap pada Januari

Please, be good.

Mendekap kuku-kuku tanganku

Berharap semua berakhir setidaknya dengan baik


Januari...

Apa aku salah berharap terlalu tinggi?

Nyatanya aku jatuh

Januariku sangat buruk

Selasa, 12 Januari 2021

Pergi

Diposting oleh Luneta Aurelia Fatma di 16.10.00 0 komentar

 Apa yang kamu lakukan?

Jika orang yang paling kamu percayakan ternyata berpura-pura

Apa yang kamu rasakan?

Jika orang yang paling kamu kira melindungi paling depan ternyata yang pertama menusukmu dari belakang


Aku berjalan

Kemudian dengan cepat berlari

Keringat terucucur begitu deras

Sampai aku terseok lelah


Aku ingin menggenggam tangan itu

Tangan yang berjanji akan merangkulku

Saat aku senang, saat aku butuh pegangan

Menuntunku ke wilayah lebih layak


Aku ingin mendekap

Pelukan yang berjanji akan mendekapku erat

Saat aku senang, pun saat aku tidak tau harus apa

Membawaku ke arah lebih indah


Namun...

Kini aku ingin pergi

Pergi ke tempat dimana aku bisa duduk dan merenung

Melihat luas angkasa indah


Sampai aku sadar, aku tidak perlu kamu lagi

Jumat, 08 Januari 2021

Mati Rasa

Diposting oleh Luneta Aurelia Fatma di 20.27.00 0 komentar

Rasanya aku banyak terdiam

Sesekali hanya menarik nafas berat

Tidak tau aku siapa, dimana, dan sedang apa?

Kosong dan hening


Jantungku berdegup cepat

Aliran darahku memanas

Aku cuma tau, rasanya tidak enak walaupun hanya diam

Benar-benar tercabik


Aku mati rasa

Rasa sakit ini membuatku mulai tak peduli

Mau baik ataupun buruk

Sepertinya aku akan tetap seperti ini


Aku begini pun

Tidak ada yang sadar dan tidak ada yang peduli

Bahkan aku sendiri

Tidak tau apa yang ku rasa

Sabtu, 05 Desember 2020

Persimpangan

Diposting oleh Luneta Aurelia Fatma di 06.36.00 0 komentar

 Aku terhenti...

Entah sudh berapa kali melewati persimpangan ini

Mataku sembab

Tenggorokanku kering

Hidungku basah


Gemetar tanganku, menggigil

Melihat kanan, kiri, depan, belakang

Sepi

Aku sendirian


Aku ingin berlari tapi sudah tak sanggup

Kakiku payah

Jalan pun aku tertatih

Aku tidak melihat titik terang


Tidak ada yang mencari

Apalagi mencintaiku

Semua sibuk sendiri-sendiri

Tak ada yang peduli


Sampai jika suatu saat ku temukan

Siapapun, dia yang akan selalu jadi alasanku tersenyum

Dimanapun, dia yang akan selalu ku cari disaat ku sedih

Aku akan sangat bersyukur



Rabu, 18 November 2020

Pergi jauh

Diposting oleh Luneta Aurelia Fatma di 04.00.00 0 komentar

 Ketika hari yang buruk terjadi

Malam yang gelap dan hening

Isak tangis tertutup oleh deras hujan yang jatuh

Dan tak ada siapapun


Berharap ada seseorang

Memelukku erat

Berkata "Semua akan baik-baik saja."

Kemudian mengusap kepalaku lembut


Berharap ada seseorang

Menghapus air mataku

Berkata "Kamu pasti bisa bahagia."

Kemudian tersenyum lembut


Menjaga diriku

Melewati semua hari buruk

Melindungiku

Dari segala kesedihan


Membawaku pergi jauh

Dimana akan selalu ada

Orang yang menghiburku

Bagaimanapun aku


Membawaku pergi jauh

Sampai lupa

Rasa sakit itu tidak pernah ada

Dan seterusnya, hidup bahagia

Rabu, 04 November 2020

Gelap

Diposting oleh Luneta Aurelia Fatma di 15.23.00 0 komentar

Tiba-tiba semuanya gelap

Terasa abu-abu

Lagi-lagi sesak

Tak berarah


Mencoba berlari hingga lelah

Berdarah dan bernanah

Aku tidak tau harus kemana

Tidak ada tujuan


Aku ingin berhenti sejenak

Aku ingin bersembunyi

Namun semua terlihat mustahil

Seperti didorong paksa


Hingga jatuh pun, siapa peduli?

Semua sibuk


Sampai kapan bisa bertahan

Mencari celah-celah cahaya

Menghirup dengan nafas terengah

Aku ingin menyerah

My Birthday :)

Daisypath - Personal pictureDaisypath Happy Birthday tickers
 

PURPLE CATZ Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review