Powered By Blogger

Sabtu, 17 September 2011

Mencintai Bayangan

Diposting oleh Luneta Aurelia Fatma di 20.52.00 0 komentar
Menyakitkan adalah saat kamu ditinggalkan pergi oleh orang yang kamu suka tanpa dia peduli dirimu.
Menyedihkan adalah saat kamu masih mau mengharap orang itu meski dia sudah tidak ada diruang lingkup kehidupanmu.

Mencintai bayangan.

Kemana dirimu?
Yang selalu membuatku tersenyum walau hanya melihat dirimu. Yang selalu menjadi motivasi hidupku. Yang telah membuatku jatuh cinta.

Waktu.
Waktu yang membuat keadaan seperti ini. Saat rasa rindu menyerang hati, saat angan mencoba mengingat kenangan yang rapuh, saat jiwa ingin sekali bertemu.
Waktu yang telah berlalu telah membuat keadaan ini begitu sulit.

Tak ada lagi dia.
Tak ada lagi cinta.
Tapi, aku tetap mencintai. Mencintai bayangan yang semakin hari menghilang dari kehidupanku. Tak tau jika hilang akan ku cari kemana, dan harus berbuat apa?
Yang aku bisa hanyalah mencoba mengingat serpihan kenangan yang pernah ada.
Aku tak ingin dan tak pernah mau mencoba untuk jatuh cinta kepada orang lain. Aku tak bisa.

Semakin waktu berjalan, sisa cinta yang ku punya akan terkikis oleh penantian yang tak kunjung datang.

Bayanganmu selalu muncul dipikiranku, aku hanya bisa mencintai bayanganmu. Aku hampa.
Suatu saat pasti ada waktunya untuk melupakan. Karena 'Bagaimana engkau bisa? mencintai seseorang tanpa ada diri, senyum, suara, perkataan, bahkan kata-kata darinya. Yang kau cintai hanya bayangan yang kau tunggu dari sebuah penantian.'

Jika masih diberi kesempatan, beri waktu untuk bersamanya lagi.
Namun, jika tak ada kesempatan lagi. Cukup bagiku pernah kenal+mencintai orang itu.

Kau tau?
Mencintai bayangan adalah hal yang sangat menyedihkan. Karna sesungguhnya orang yang kau pikirkan sama sekali tak memikirkanmu. Walau hanya sedikit.

Rabu, 07 September 2011

Kenyatan yang menyedihkan

Diposting oleh Luneta Aurelia Fatma di 04.31.00 0 komentar
Dia...
Dia adalah seorang cowok yang sudah aku kagumi selama 5 tahun, semenjak aku kelas 1 SMP. Sampai saat ini, dia pun tak pernah mengetahui rasa sayangku ini. Rasa yang telah aku pendam dari 5 tahun yang lalu hingga saat ini. Walau dia tak pernah dekat denganku tapi aku tak tau mengapa, aku bisa merasakan jatuh cinta yang luar biasa terhadapnya. Dia adalah Vino, yang sekarang menjadi kakak kelasku yang umurnya beda setahun denganku, aku sangat senang bisa satu sekolahan dengannya hingga sampai saat ini.

"Ade" dia tersenyum, ketika berpapasan denganku dikoridor sekolah.

"Iya ka? hehe" mukaku memerah, dan selalu salting ketika bertemu dengannya.

Lalu, kami pun berlalu begitu saja. Selalu seperti itu setiap kami bertemu. Tak pernah berbicara terlalu panjang bahkan di SMS atau jejaring sosial pun kami tak banyak bercakap-cakap. Namun, aku tau hampir semua tentang dia. Aku gak tau mengapa cinta ini bisa tumbuh, tanpa ada pendekatan.

***

Hari ini, hari menyedihkan bagiku. Ibuku yang sebagai orangtua tunggalku meninggal dan menyusul kematian Ayah yang telah tiada sejak 6 tahun. Aku sangat amat terpukul. Tapi, tak kusangka sosok yang tak pernah aku pikirkan akan datang kerumahku untuk melayat, sosok yang selalu aku inginkan. Vino.

"Ade, kamu yang tabah ya." dia menghampiriku, tepat berada disampingku. Tak pernah sebelumnya sedekat dan selama ini dia berada didekatku.

"Iya kak. Makasih." mukaku memerah, tiba-tiba tangisku berubah menjadi senyum kecil.

"Siapa yang akan mengurus kamu nanti Sarah?" tanyanya dengan wajah yang sangat menunjukkan bentuk kepedulian.

"Mungkin tanteku kak. Aku sedih" kataku lirih

"Oh, kamu pasti bisa kok dede Sarah. Semangat ya!" Vino mengacak sedikit rambutku. Saat itulah pertama kali iya menyentuhku. Aku begitu senang, aku hanya bisa tersenyum kecil.

***

Sebulan berlalu.
Keadaan berlalu seperti biasa, aku selalu semangat dalam menghadapi keseharianku. Walau, Vino tak pernah lagi menyemangatiku seperi saat itu. Aku cuma bisa melihatnya dari jauh tak berani untuk menyapanya ataupun mendekatinya, aku malu.
Aku cuma selalu berdoa "Tuhan, Izinkan aku untuk memilikinya. Aku mohon. Aku sangat menyayanginya, hingga sampai saat ini aku. Aku ingin, berikan aku kesempatan untuk memilikinya untuk selamanya"

***

"Sarah, Tante ingin berbicara padamu." Tante Mei mendekatiku dengan wajah serius disuatu pagi di hari Minggu.

"ada apa Tante?" tanyaku heran.

"Kamu sudah besar dan sekarang Ibu dan Ayahmu telah tiada. Sebelumnya tante minta maaf telah merahasiakan ini padamu. ini..." Tante Mei memberikan sebuah surat. Perlahan aku membukanya. Itu surat dari Ibu.

*Sarah sayang,
Maafkan Ibu karna tidak pernah bercerita sebelumnya.
Sebenarnya, kamu adalah bukan anak kandung kami berdua. Waktu kamu berumur 2 tahun, ada seorang Wanita menitipkan kamu ke kami. Ibu itu sedang kesulitan Ekonomi. Ibu cuma ingin kamu mengetahui siapa orangtua kandungmu. Ibu tak pernah menemui wanita itu lagi karna sudah terlanjur sayang padamu. Ibu takut mereka mengambilmu dari tangan kami. Jika sekarang kamu ingin tau siapa orangtua kandungmu, Tante Mei akan mengantarkan kamu kepada orangtua kandungmu.*

Aku menangis, lalu menatap Tante Mei penuh harap. Namun, aku menghapus air mataku teringat kata-kata Vino, aku harus semangat!

***

Tante Mei mengantarkanku kesebuah rumah, rumah yang besar nyatanya. Sebelumnya Tante Mei sudah bilang kepada orangtua kandungku bahwa aku akan datang. Tiba-tiba seorang Wanita keluar dari balik pintu rumah, ia tersenyum dan menyapaku ramah. Ternyata dia lah orangtua kandungku. Dia amat baik hati kepadaku, tak lama aku pun mencoba berusaha beradaptasi dengan keadaan disana.

"Inoooo" Ibuku memanggil seseorang.

"Ibu manggil siapa?" tenggorokkanku tercekat ketika menyebut kata 'ibu', aku belum terbiasa.

"Kakakmu sayang" dia tersenyum

Sosok yang dipanggilpun datang, aku membelalakan mata.

"kak......kak Vino?" bibirku bergetar, tak sanggup menerima kenyataan.

"Hey? Sarah?" ia juga sedikit heran melihatku.

"ini adik kamu yang sudah hilang" mata Ibu berkaca-kaca karna terharu. Tapi, mataku lebih dulu sudah menjatuhkan air mata.

"wah senang sekali ya?" Vino tersenyum lugu. "kenapa kamu menangis?" tanyanya ketika melihatku terisak.

"kelilipan kak hehe" tawaku kecil yang memendam sangat amat rasa menyedihkan.

***

"Sarah" Vino mengetuk pintu kamarku.

"masuk" kataku sambil menghapus air mataku.

"kamu kenapa? kamu ada masalah? atau masih sedih karna kehilangan orangtuamu? cerita aja sama kaka oke" Vino tersenyum sambil mengedipkan sebelah matanya.

"Kadang kenyataan emang gak memihak sama kita ya kak" kataku

"Iya itulah takdir dari Tuhan, harus kita jalankan dengan ikhlas"

Nafasku seakan ingin berhenti, dan jantungku seakan ingin ikut berhenti berdetak mendengar perkataan Vino.

"Gak nyangka yah aku ternyata adik kandung kamu kak"

"iya, tapi aku senang bisa jadi kakak kandung kamu de"

"kakak tau gak?" tanyaku menatap matanya lekat.

"tau apa?"

"Aku sayang kamu" Akhirnya bibirku mengucapkan 3 kata itu.

"Aku juga sayang kamu de" Vino lagi-lagi tersenyum membuat dadaku sakit.

"Aku sudah sayang kaka sejak 5 tahun"

"5 tahun?"

"Ya, sampai saat ini." aku tersenyum walau sangat pedih. "Aku berharap aku bisa miliki kakak seutuhnya dan selamanya"

"masksud kamu de?" Vino mulai bingung

"Aku sayang kakak, Aku Cinta sama kakak. Dari dulu aku berharap lebih, tapi harapan itu musnah kak. MUSNAH!!!" Tangisku pun pecah, Vino memelukku dan membelai rambutku.

Sambil berbisik "Aku sayang kamu de, tapi sebagai Adik. Gak lebih." Vino pergi keluar kamarku dan meninggalkanku begitu saja.

***

Kini, aku sudah memiliki dia seutuhnya dan selamanya. Tapi, begitu menyakitkan ketika aku mengetahui bahwa orang yang selama ini aku Sayangi ternyata adalah kakak kandungku sendiri. Yang aku tau, seorang Adik gak akan mungkin bisa mempertahankan rasa Cintanya terhadap kakaknya.Seorang adik gak mungkin JATUH CINTA sama kakaknya. Kenyataan memang kadang tak selalu memihak pada apa yang aku harapkan. Meski doaku terkabul, tapi kini aku tak bisa mencintai orang yang aku sayang seutuhnya. Karna hubungan kami hanya sebatas kakak dan adik, gak lebih.

Aku akan melupakan semua rasa cintaku pada Vino, karna percuma aku tak akan mungkin memaksakkan cinta terhadap saudara kandungku itu.



Luneta Aurelia Fatma ----> No Copas


Rabu, 24 Agustus 2011

Kenangan Terakhir

Diposting oleh Luneta Aurelia Fatma di 00.13.00 0 komentar

Lala mendengarkan kotak musik yang ada ditangannya, kotak musik berwarna hitam berbentuk hati. Sesekali ia mengahapus air matanya itu. Kepergian pacar tersayangnya menimbulkan bekas yang amat dalam dilubuk hatinya. Ia ingat saat Mama memberikan kotak musik itu dan Lala ingat kenangan terakhirnya bersama Miko diwaktu hujan deras di sebuah halte.

"Hujannya deras yah" Lala menggesekkan tangannya mencoba menghilangkan rasa dingin.

"Walau hujannya deras seperti ini aku senang bisa sama kamu terus la." Miko tersenyum

Jam menunjukkan pukul 10 malam.

"Aku bisa diomelin mamaku karna belum pulang, bagaimana ini?" tanya Lala panik.

"Nanti aku kerumahmu dan menjelaskannya pada mamamu, kita kan terjebak hujan dan tidak bisa pulang pasti mamamu memaafkan" Miko meyakinkan

"Tapi.... nanti kamu bisa pulang malam jika harus mengantarkanku pulang"

"Dengar la, aku disini hanya hari ini special untukmu dihari ulang tahunmu, kamu ngerti?" lagi-lagi Miko tersenyum membuat muka Lala memerah disela kepucatan bibirnya.

"Makasih Miko, makasih untuk hari ini. Makasih" Lala membalas senyum manisnya.

Sekitar satu jam berlalu hujan mulai mereda hanya menyisakan dingin malam dan jalanan yang licin.

"Hujan udah mulai reda mik, pulang sekarang aja ya aku takut mama marah"

"Iya sayang"

Mereka pun pulang, Lala memeluk erat tubuh Miko yang basah namun baginya tetap terasa hangat dan begitu nyaman. Ia menyukai rasa nyaman tiap kali dengan Miko. Rasa nyaman yang tak pernah ia temui pada siapapun.
Namun, ketika ditikungan tajam, mereka tak menyangka akan bertemu dengan maut yaitu sebuah truck besar dalam sekejap Miko kehilangan kendali, Lala terjatuh tapi nasib tak berpihak pada Miko, seketika Miko tergilas oleh ban-ban besar truck itu. Dan, Lala melihat semua itu dengan jelas.

"MIKOOO!!!" Tangis Lala pun membuyar. Ia ingin berlari menghampiri Miko tapi ia tak bisa kakinya begitu terasa berat untuk berpijak.

***

"aku dimana?" Lala terbangun, suasananya begitu hening dan ada mama disampingnya. "ini dirumah sakit" katanya ketika ingat kejadian semalam.

"Kamu udah bangun sayang?" Mama mengusap kepala Lala yang diperban.

"Miko mana ma?" tanya Lala menahan tangis, ia berusaha sanggup untuk mendengar jawaban mama.

"Miko, em... Miko ada kok" Mama tersenyum sambil menatap mata anak tunggalnya itu.

"Bohong ma, aku lihat sendiri ma. Tubuh Miko hancur tertabrak Truck itu mah, mama jangan bohong" Lala menangis sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya, wajahnyanya begitu basah dengan air matanya sendiri.

"buktinya, ia menitipkan ini." Mama memberikan sebuah kado berbungkus kertas kado warna merah.

"ini...? apa?" tanyanya lirih.

"Dari Miko." Mama mengangguk, namun Lala melihat cahaya mata mama yang memudar seperti ingin ikut menangis.

Lala mengambil hadiah itu lalu membukanya, isinya adalah sebuah kotak musik. Lala membuka kotak musik itu, kotak musik itu mengeluarkan nada-nada indah yang membuat Lala nyaman. lalu, ia melihat sebuah kertas terlipat didalamnya. Lala membaca isi kertas itu.

*Dear Lala...
Happy Birthday ke 19 tahun yah sayang. Aku ngasih ini untuk kamu karna aku tau kamu menyukai musik. Aku harap kamu menyukai hadiah ini.
Jika kamu merasa kangen sama aku, buka kotak musik ini. Kamu akan seperti sedang bersamaku.
with love : Miko*

Lala tersenyum,

"Dimana Miko sekarang ma?" Tanya Lala.

"Didalam hati mu yang terdalam sayang. Sebelum ia mengajakmu pergi keluar ia menitipkan hadiah ini untukmu. Sekarang ia sudah pergi, itu mungkin hadiah terakhirnya" Mama menangis

"Maksud Mama?" Lala menggeleng, kemudian Mama langsung memeluk Lala erat

"Kamu harus terima kepergian Miko sayang, kamu bisa sayang"

***

Lala menutup kotak musik itu, kotak musik itu merupakan kenangan terakhir dari Miko. Kenangan yang begitu pahit bagi Lala. Mama benar, Miko ada dihati Lala yang terdalam meski kini hanya bayangan yang Lala cintai. Melalui kotak musik itu, Lala merasa nyaman seperti bersama Miko. Melalui Kotak Musik itu Lala mencoba mengingat Miko walau hanya kenangan terakhir yang selalu bisa ia ingat.



Luneta Aurelia Fatma ----> No Copas

Minggu, 21 Agustus 2011

Harapan Palsu

Diposting oleh Luneta Aurelia Fatma di 22.10.00 0 komentar
Hari ini, ia ingin bertemu denganku. Aku tak tau mengapa masih mau menemuinya. Hujan diluar cafe ini menginginkanku untuk mengingat serpihan kenanganku, kenangan yang sudah menjadi lukaku saat ini.
Dia datang, memasuki cafe ini lalu melepas jaketnya. Dia mendekatiku lalu duduk perlahan didepanku. Dia tersenyum, aku hanya bisa tersenyum kecil walau hati ini masih sangat perih mengingat kenangan lalu.

"kenapa? jaketnya dilepas?" tanyaku sambil melihat jaketnya itu yang kulihat sedikit basah terkena percikan hujan diluar.

"Gapapa, kamu gak pake jaket kan? pasti kedinginan, biar adil kita sama-sama merasakan dinginnya udara saat ini" dia tersenyum lagi, senyum yang menyenangkan namun selalu berakhir menyakitkan.

Akhirnya kami memesan minuman di cafe itu, minuman hangat saat ini sangat cocok untuk kami dalam kondisi seperti ini. Sambil menunggu pesanan, kami hanya diam. Entahlah, aku mencoba menunggu dia agar berbicara duluan karna dia yang menyuruhku datang kesini.

"Tia, aku putus dengan Sarah" katanya tertunduk

"Sarah? Kamu putus? Lagi?" aku mengernyitkan dahi bingung, batinku sudah mulai curiga. Ya, dia menginginkanku disini hanya untuk memberikanku harapan lagi, harapan palsu.

"Ya, katanya Sarah mau fokus belajar karna dia sudah kelas 3. Aku coba pahami semua itu."

"Lalu? kenapa kamu mengajakku kesini?" Tanyaku, tanpa merespon perkataan Rio tadi.

"Cuma kamu yang paling ngertiin aku, cuma kamu. Aku mau kamu ada saat aku lemah disini."

Aku menggangguk, dan mulai mendengarkan ia bercerita. Saat ia menceritakan semua itu, aku hanya merasa kasihan padanya. Tapi, apakah dia pernah merasa peduli atau kasihan padaku? Sama sekali tidak. Dia selalu bilang 'Cuma kamu yang paling ngertiin aku' tapi tak pernah ia sedikit pun mengerti aku, malah sering kali ia menyakiti perasaanku setiap kali ia bercerita seperti ini. Sangat sakit.

***

Setelah mereka putus, kami kembali dekat lagi. Tak ku sangka aku mulai masuk kedalam harapannya lagi, harapan yang tak ku ketahui sampai kapan akan terus bertahan dan apakah akan tercapai.
Setiap hari aku begitu dekat dengan Rio, sampai orang-orang menganggap kami mempunyai hubungan lebih dari teman. Ya, aku ingin hubunganku dengan Rio melebihi teman.

"Tia, mau eskrim?" Rio menawarkan aku, eskrim coklat disuatu siang.

"kok kamu tau aku suka eskrim coklat?" tanyaku tersenyum, Rio menatap mataku lekat-lekat. Seperti berusaha membuatku gugup.

"aku gak tau kok. Aku tadi cuma asal beli doang." iya memberikan eskrim itu. Tak tau seberapa kecewanya aku mendengar ucapannya itu.

"Tia, aku mau cerita."

"apa?"

"Aku lagi menyukai seorang Gadis. Dia selalu menemani hari-hariku untuk saat ini."

Aku tersenyum berharap orang yang dimaksudnya itu adalah aku. Karna selama ini aku lah yang menemani hari-harinya. suka maupun duka.

"siapa?" tanyaku

"Kamu tau orangnya. Dia baik hati dan ramah sekali"

"Siapa?"

"Kamu mau gak jadi pacarku?" tanyanya tiba-tiba, seraya membuat jantungku ingin keluar dari tubuhku. Akhirnya kata-kata itu terucap dari bibirnya, untukku bukan untuk yang lain.

"benarkah?" tanyaku meyakinkan.

"bagus gak? rencananya aku mau nembak dia pake kata-kata itu haha" Rio tertawa

Tapi, mataku tak terasa langsung mengeluarkan air mata.

"jadi? itu bukan untukku?" tanyaku lirih

"Tia? kamu kenapa nangis? Tia?" Rio mengguncangkan tubuhku. "TIA! jawab!"

"aku gak apa" jawabku singkat

"Yang nyakitin kamu siapa? kamu jangan bohong? siapa yang berani nyakitin kamu?"

Aku menggeleng, namun dengan isak tangis yang semakin lama semakin besar.

"Tia?" Rio menatap mataku.

"Kamu pikir siapa yang nyakitin aku selama ini? Cuma KAMU!"

"aku? aku kenapa?" Rio berkata polos, tapi sepertinya memang dia tidak tau apapun.

"Apa arti kedekatan kita selama ini? Apa arti kamu ngasih perhatian selama ini? apa arti dari kata 'cuma kamu yang ngertiin aku' selama ini? kalau sampai sekarang kamu masih gak sadar juga"

"maksud kamu?"

"AKU SAYANG SAMA KAMU RIO! aku tersiksa tiap kali kamu jadiin aku tempat pelarian, apa sih maksud kamu ngasih harapan-harapan kosong ke aku? apa maksud kamu?!" teriakku

"Aku kira kamu sahabat aku yang paling ngertiin aku tapi, aku gak nyangka kamu bisa ngomong kayak gini"

"Dua tahun aku masih mau nunggu kamu walau aku tau kamu gak pernah peduli sama perasaan aku. Apa kurangnya aku dimata kamu? sampai aku gak bisa buat kamu sedikit aja punya perasaan ke aku."

"Sahabat gak bisa jadi pacar dan aku hanya anggap kamu itu." Rio meninggalkanku sendiri, bersama tangisanku. Begitu bodohnya diriku, meski sudah kunyatakan perasaan kini ia masih tidak mengerti.

***

Semenjak itu aku menjauh, aku melihat Rio bersama pacar barunya, adikku.
Aku tak pernah menyangka ia bisa memperlakukanku seperti ini, begitu egoisnya. Hatiku begitu rapuh karnanya. Namun, meski ia seperti itu aku selalu akan siap jika ia membutuhkanku meski itu hanya sekedar Harapan Palsu



Luneta Aurelia Fatma ------> No Copas

Aku akan mencoba berhenti...

Diposting oleh Luneta Aurelia Fatma di 01.19.00 0 komentar
Dengan CINTA waktu menjadi cepat berlalu tapi, dengan WAKTU cinta juga cepat berlalu...

Seiring berjalannya waktu aku hanya tau semua yang aku tunggu hanya membuang waktu ku dan hanya menghasilkan tangis dari air mataku. Meski aku tau, kau tak pernah sedikitpun menoleh kepadaku seberapa besar dan jauh pengorbananku.
Rasa itu selalu kembali, aku selalu rapuh untuk mencoba melupakanmu. Tiap aku terjatuh, aku berusaha bangkit sendiri walau tanpa perhatian darimu. Aku hanya butuh sedikit saja rasa pedulimu dan rasa yang sama yang membuatku akan merasa lega.
Tapi, Ya aku tak bisa.

Sekarang, aku akan mencoba kembali.
Aku akan melupakanmu...
Aku akan berhenti memikirkanmu...
Aku akan berhenti mengenangmu...
Aku akan berhenti mencoba mengingatmu...

Aku harap ini yang terakhir, aku takkan lagi berusaha bangkit tanpa sedikit pun kau pandang aku berusah berdiri sendiri.
Aku akan pergi, mencoba melepas semuanya. Semua yang pernah ada...

HAHIHUHEHE X)

Awal dari kekompakan kami :)

Diposting oleh Luneta Aurelia Fatma di 01.04.00 0 komentar





Kelas baru XI IPA 1 tapi sudah merasa kompak karna kami berhasil meraih juara 2 dalam lomba Foto Kebersamaan Kelas dalam Festival proklamasi dan juga Alhamdullilah aku juara 2 cerpen membawa nama baik BLASTER :)


Selasa, 02 Agustus 2011

Serpihan yang kembali.

Diposting oleh Luneta Aurelia Fatma di 00.54.00 0 komentar
Yaaa, aku sudah menyerah untuk ingin lebih mengetahui bagaimana kabarmu. setelah tanggal 15 Juli yang amat aku tak menyangka, kenapa kamu sombong sekali? Aku cuma mengajakmu 'chat facebook' dan berharap kamu sedikit saja membalasnya namun.... kau memang sudah berubah, yaaa aku kecewa :(
Mulai saat itu aku berhenti, berhenti untuk mencoba ingin tau segala hal tentangmu, dan jujur saat itu aku menyerah, aku merasa bodoh kau pelakukan aku seperti itu. Dan, begitupula kata teman-teman dekatku mereka selalu bilang "LUPAKAN DIA, Lun!" kata-kata itu memang ada benarnya, aku mencoba untuk pergi meninggalkan semua rasa yang sudah ada hampir 1 tahun.
Bahkan aku tak ingin mengontactnya sekedar mengucapkan "Marhaban Ya Ramadhan" dibulan puasa ini yang membuatku amat terpukul, setahun yang lalu saat aku awal jatuh hati padamu yaitu saat bulan puasa berlangsung, dan aku harap bulan ini tak terlalu buruk untukku :(

Yap, doaku ini terkabul...
Hal yang sangat ku tak sangka datang.
saat aku seperti biasa smsan dengan teman-temanku tiba-tiba ada satu sms yang benar-benar membuat jantungku ingin keluar, dan hatiku berdebar amat kencang, yaaa itu adalah pesan darinya. Saat itu aku ingin menangis, dan saat aku baca smsnya yaitu permintaan maaf plus dengan kata-kata Kimia yang kusuka, aku tau dia suka Kimia dan begitupula denganku karenanya.
Isi smsnya :
Asslmkm wr. wb,
Sblm HCL jd basa, sblm NaOH jd asam,sblm NaCL jd mnis, sblm glkosa jd asin, mgkn muka tak sempat bertatap dan tangan tak sempat brjabat, nmun iznkanlah datangnya harapn titrasi maaf dr biuret keikhlasan hati ini.
"Marhaban ya Ramadhan"
By : a**** :)

Wasslmkm wr. wb.
Benar-benar membuatku menangis dan sangat amat senang, namun... aku sadar ini cuma sementara dan aku tau hal ini akan berlangsung sebentar.
aku senang dia masih mengingatku :)

My Birthday :)

Daisypath - Personal pictureDaisypath Happy Birthday tickers
 

PURPLE CATZ Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review