Powered By Blogger

Sabtu, 30 Januari 2021

Jahat

Diposting oleh Luneta Aurelia Fatma di 16.41.00 0 komentar

Hari-hariku sendu

Awan kelabu

Langit mendung

Hujan tidak henti-henti


Dingin mencekam diriku

Aku kerap kali bersembunyi di bawah selimut

Memeluk diriku erat erat

Ditemani suara gemeletuk gigiku


Kamu bilang, kamu sangat menyayangiku

Apapun yang terjadi kamu tetap sayang aku

Terlihat selama ini aku yang ingkar

Kenyataannya kamu yang khianat


Aku pikir kamu benar-benar menyayangiku

Bisa jadi tempat aku pulang

Memelukku erat saat aku sedih

Menikmati bahagia pada hari ceriaku


Bodohnya aku berpikir seperti itu

Ternyata selama ini aku tertipu

Mungkin memang kau penipu

Tapi aku masih berusaha percaya


Percaya bahwa seseorang bisa berubah

Memberikan kesempatan berharga berulang kali


Saat kita berakhir aku masih berharap

Semua akan baik-baik saja

Aku yakinkan kepadamu kekuatan doa

Aku mendoakanmu selalu


Mendoakan kita bersama

Mungkin entah kapan, suatu saat nanti takdir kita bersama

Ternyata aku berdoa sendirian

Sementara kamu? Sudah pergi sejak awal


Hati mana yang kamu sakiti?

Hati aku yang mana?

Sejak awal sudah kamu hancurkan

Lalu? Sisanya mau kau binasakan juga?


Kejam memang

Orang yang paling aku percaya bisa menjadi pelindungku

Nyatanya yang paling jahat menghancurkan aku

Kenapa bisa?


Mungkin aku punya banyak kesalahan

Tapi kenapa kamu tidak tinggalkan aku saja?

Kenapa harus berbohong?

Menghancurkan pelan-pelan


Tapi aku bersyukur

Bukan aku yang jahat

Bukan aku yang memilih begini

Akhirnya Tuhan berikan jawaban


Bahwa kamu tidak pantas mendapatkan rasa sayangku

Pergilah yang jauh

Lihatlah nanti dikemudian hari

Aku adalah orang yang paling kau sesali untuk disakiti

Jumat, 29 Januari 2021

Januari

Diposting oleh Luneta Aurelia Fatma di 23.03.00 0 komentar

Hi, Januari...

Harusnya kamu menjadi awal indah

Namun kenapa kamu menjadi awal terburuk untukku

Kenapa?


Semua mimpiku sirna

Yang tadinya saling merajut dan menjalin

Kini, seakan bukan apa-apa lagi

Kosong


Aku masih berharap akan berakhir indah

Tapi, manusia hanya bisa berencana bukan?

Januari menjadi saksi, bagaimana aku merasa betapa kejamnya dunia padaku

Bagaimana aku menangis tiap hari


Meratap pada Januari

Please, be good.

Mendekap kuku-kuku tanganku

Berharap semua berakhir setidaknya dengan baik


Januari...

Apa aku salah berharap terlalu tinggi?

Nyatanya aku jatuh

Januariku sangat buruk

Selasa, 12 Januari 2021

Pergi

Diposting oleh Luneta Aurelia Fatma di 16.10.00 0 komentar

 Apa yang kamu lakukan?

Jika orang yang paling kamu percayakan ternyata berpura-pura

Apa yang kamu rasakan?

Jika orang yang paling kamu kira melindungi paling depan ternyata yang pertama menusukmu dari belakang


Aku berjalan

Kemudian dengan cepat berlari

Keringat terucucur begitu deras

Sampai aku terseok lelah


Aku ingin menggenggam tangan itu

Tangan yang berjanji akan merangkulku

Saat aku senang, saat aku butuh pegangan

Menuntunku ke wilayah lebih layak


Aku ingin mendekap

Pelukan yang berjanji akan mendekapku erat

Saat aku senang, pun saat aku tidak tau harus apa

Membawaku ke arah lebih indah


Namun...

Kini aku ingin pergi

Pergi ke tempat dimana aku bisa duduk dan merenung

Melihat luas angkasa indah


Sampai aku sadar, aku tidak perlu kamu lagi

Jumat, 08 Januari 2021

Mati Rasa

Diposting oleh Luneta Aurelia Fatma di 20.27.00 0 komentar

Rasanya aku banyak terdiam

Sesekali hanya menarik nafas berat

Tidak tau aku siapa, dimana, dan sedang apa?

Kosong dan hening


Jantungku berdegup cepat

Aliran darahku memanas

Aku cuma tau, rasanya tidak enak walaupun hanya diam

Benar-benar tercabik


Aku mati rasa

Rasa sakit ini membuatku mulai tak peduli

Mau baik ataupun buruk

Sepertinya aku akan tetap seperti ini


Aku begini pun

Tidak ada yang sadar dan tidak ada yang peduli

Bahkan aku sendiri

Tidak tau apa yang ku rasa

Sabtu, 05 Desember 2020

Persimpangan

Diposting oleh Luneta Aurelia Fatma di 06.36.00 0 komentar

 Aku terhenti...

Entah sudh berapa kali melewati persimpangan ini

Mataku sembab

Tenggorokanku kering

Hidungku basah


Gemetar tanganku, menggigil

Melihat kanan, kiri, depan, belakang

Sepi

Aku sendirian


Aku ingin berlari tapi sudah tak sanggup

Kakiku payah

Jalan pun aku tertatih

Aku tidak melihat titik terang


Tidak ada yang mencari

Apalagi mencintaiku

Semua sibuk sendiri-sendiri

Tak ada yang peduli


Sampai jika suatu saat ku temukan

Siapapun, dia yang akan selalu jadi alasanku tersenyum

Dimanapun, dia yang akan selalu ku cari disaat ku sedih

Aku akan sangat bersyukur



Rabu, 18 November 2020

Pergi jauh

Diposting oleh Luneta Aurelia Fatma di 04.00.00 0 komentar

 Ketika hari yang buruk terjadi

Malam yang gelap dan hening

Isak tangis tertutup oleh deras hujan yang jatuh

Dan tak ada siapapun


Berharap ada seseorang

Memelukku erat

Berkata "Semua akan baik-baik saja."

Kemudian mengusap kepalaku lembut


Berharap ada seseorang

Menghapus air mataku

Berkata "Kamu pasti bisa bahagia."

Kemudian tersenyum lembut


Menjaga diriku

Melewati semua hari buruk

Melindungiku

Dari segala kesedihan


Membawaku pergi jauh

Dimana akan selalu ada

Orang yang menghiburku

Bagaimanapun aku


Membawaku pergi jauh

Sampai lupa

Rasa sakit itu tidak pernah ada

Dan seterusnya, hidup bahagia

Rabu, 04 November 2020

Gelap

Diposting oleh Luneta Aurelia Fatma di 15.23.00 0 komentar

Tiba-tiba semuanya gelap

Terasa abu-abu

Lagi-lagi sesak

Tak berarah


Mencoba berlari hingga lelah

Berdarah dan bernanah

Aku tidak tau harus kemana

Tidak ada tujuan


Aku ingin berhenti sejenak

Aku ingin bersembunyi

Namun semua terlihat mustahil

Seperti didorong paksa


Hingga jatuh pun, siapa peduli?

Semua sibuk


Sampai kapan bisa bertahan

Mencari celah-celah cahaya

Menghirup dengan nafas terengah

Aku ingin menyerah

My Birthday :)

Daisypath - Personal pictureDaisypath Happy Birthday tickers
 

PURPLE CATZ Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review