Powered By Blogger

Selasa, 19 April 2016

LAPORAN PRAKTIKUM PENGAWASAN MUTU DAN ANALISIS PANGAN : Uji Pembedaan Duo Trio

Diposting oleh Luneta Aurelia Fatma di 10.37.00 0 komentar

Uji Pembedaan Duo Trio
Kelompok 3

Disusun Oleh :
Fahmi Kurniawan                   2013340125
Luneta Aurelia Fatma             2013340014
Nurul Sari A.                           2013340071
Rini Wahyuni                          2013340046
Virda Yuandha                       2013340050

ABSTRAK

Uji duo trio termasuk dalam kelompok pengujian pembedaan (difference test). Pengujian pembedaan digunakan untuk menilai pengaruh macam – macam perlakuan modifikasi proses atau bahan dalam pengolahan pangan bagi industri, atau untuk mengetahui adanya perbedaan atau persamaan antara duo produk dari komoditi yang sama. Yang terakhir ini terutama dari segi konsumen.



PENDAHULUAN
Seperti halnya Uji segitiga, uji ini dapat digunakan untuk menditekdi adanya perbedaan yang kecil antara dua contoh.  Uji ini relatif lebih mudah karena adanya contoh baku dalam pengujian. Biasanya Uji Duo-Trio digunakan untuk melihat perlakuan baru terhadap mutu produk ataupun menilai keseragaman mutu bahan.
Uji duo trio bertujuan untuk mencari perbedaan yang kecil. Setiap panelis disajikan tiga contoh (dua contoh dari produk yang sama dan satu contoh dari produk yang berbeda). Uji duo trio hampir sama dengan uji segitiga, tetapi dalam uji ini dari awal sudah ditentukan pembanding yang dibandingkan dengan kedua contoh lainnya. Dalam penyajiannya, contoh ketiganya disajikan bersamaan. Panelis diminta untuk memilih satu diantara 2 contoh lain yang beda dengan pembanding (reference).
Pengujian pembedaan digunakanuntuk menetapkan apakah ada perbedaan sifat sensorik atau organoleptik antara dua contoh. Meskipun demikian dalam pengujian dapat saja sejumlah contoh disajikan bersama tetapi merupakan untuk melaksanakan pembedaan selalu dua contoh yang dapat dipertentangkan.
Pengujian duo-trio ini digunakan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan dua buah sampel atau mendeteksi. Perbedaan sifat yang tingkat perbedaannya hanya sedikit, misalnya untuk mendeteksi perbedaan sifat-sifat hasil yang diperoleh dari dua kondisi yang sedikit berbeda. Uji duo-trio merupakan salah satu uji pembeda.Uji pembeda ini biasanya digunakanuntuk mengetahui ada tidaknya perbedaan antara sampel yangdisajikan. Pada duo-trio ini digunakan sampel pembanding.
Contoh pembanding dalam pengujian duo-trio merupakan hal yang sangat penting dalam pegujian,terutama dalam pengujian pemilihan dan scalar. Jika contoh pembanding diberikan, yang perlu diperhatikan bahwa yang terutama dijadikan faktor pembanding adalah satu ataulebih sifat sensorik dari bahan pembanding itu. Oleh karena itu, sifat lain yang tidak dijadikan faktor  pembanding harus diusahakan sama dengan contoh yang diujikan. Hal tersebut dilakukan agar semua panelis tahu sensorik apa yang diujikan dan tidak terjadi kekeliruan atau salah paham antara pengelola pengujian dengan panelis.
Pengujian pembedaan digunakan untuk menilai pengaruh macam-macam perlakuan modifikasi proses atau bahan dalam pengolahan pangan bagi industri, atau untuk mengetahui adanya perbedaan atau persamaan antara dua produk dari komoditi yang sama. Yang terakhir ini terutama dari segi konsumen.


BAHAN DAN METODE
Bahan :
ª      3 wafer dengan pabrik yang berbeda.
ª      Kode 369 : Wafer Richeese.
ª      Kode 258 : Wafer Tango ( Sebagai Pembanding ).
ª      Kode 721 : Wafer Nissin.
Metode :
ª      Cara Penyajian

Pada panelis dihadapkan 3 contoh . Dua dari contoh tersebut berasal dari jnis contoh yang sama sedangkan yang lain berbeda dalam penyajiannya ketiga contoh tersebut dapat diberikan secara bersamaan atau contoh bkunya diberikan terlebih dahulu untuk dinilai. Cara penyajian contoh dapat dilihat pada gambar dibawah ini.
369
258 TANGO
721
 


                                                                                            

ª      Cara Penilaian
Nyatakan salah satu contoh yang sama diantara yang kedua contoh ini dan beri tanda 0. Berikut Formulir kelompok 3 untuk Uji Duo-Trio.

Nama Panelis            :
Tanggal Pengujian    : 26 Maret 2016
Jenis Contoh              : Wafer
Instruksi                     : Nyatakan salah satu contoh yang sama diantara yang kedua
                                                       Dan beri tanda 0.
Kode
Kriteria Penilaian
Warna
Kerenyahan
Rasa
369



258




HASIL DAN PEMBAHASAN
A.    Kesimpulan Hasil Formulir
Uji  Duo – Trio Wafer ( Kelompok 3 )
Kode sampel
Nilai
Nama Panelis
Prima S.
Marini D.
Niken L.
Ulfa I.
Veronika
369
Betul
  
 
  
 
  
258
Salah
x
X
x
x
x

Kode sampel
Nilai
Nama Panelis
Listiani
Putri
Yudi M.
Galih Sa.
Matthew
369
Betul
  
            X
x
 
  
258
Salah
x
x
x

B.     Data Uji Duo Trio
Panelis
Wafer
Warna
Kerenyahan
Rasa
369
258
369
258
369
258
P1
0
1
1
0
0
1
P2
1
0
1
0
1
0
P3
1
0
1
0
1
0
P4
1
0
1
0
1
0
P5
1
0
1
0
1
1
P6
0
1
0
1
0
1
P7
1
1
1
1
0
1
P8
1
1
1
1
1
0
P9
1
0
1
0
1
0
P10
0
1
0
1
0
1
Jumlah
7
5
8
4
6
5





  Keterangan :
-          Dilihat dari Lampiran 1 tentang jumlah terkecil untuk beda nyata
-          Jumlah Penguji 10 pada tingkatan  ( 5%) = 9 orang dan Jumlah Penguji 10 pada tingkatan  ( 5%) = 10 orang .

Pembahasan :
           Menurut kelompok 3 bahwa pada Pengujian Duo Trio dengan 10 Panelis .Dalam uji pembedaan duo trio ini menggunakan sampel wafer dengan kode sampel 369  dan 258, dari salah satu sampel memiliki tekstur yang  kurang renyah,yaitu pada kode 258.
Padasetiappanelisdihadapkan 3 contoh.Duadaricontohtersebutberasaldarijeniscontoh yang samasedangkan 1 contoh yang lain berbeda. Dalampenyajiannya, ketigacontohtersebutdapatdiberikansecarabersamaanataucontohbakunyadiberikanterlebihdahuluuntukdinilai.
Pada Uji Duo-Trio panelis diminta untuk mengenali contoh yang berbeda atau contoh yang sama dengan contoh baku. Panelis harus mengenal contoh baku terlebih dahulu dan kemudian memilih salah satu dari dua contoh yang lain yang sama dengan contoh baku. Pada pengujian duo trio ini terdapat contoh baku atau standar (R) untuk sampel yang disajikan.
Uji ini relatif lebih mudah karena adanya contoh baku atau pembanding dalam pengujian. Biasanya uji duo trio digunakan untuk melihat perlakuan baru terhadap mutu produk ataupun menilai keseragaman mutu bahan.
Dari hasil pengujian pembedaan duo trio ini, diperoleh data keseluruhan hanya 2panelis terpilih, karena hasil jawaban pada kode 258 dan 369 sama dengan kontrol ( R )yaitu kode 721. Pengujian duo trio ini, menilai  sampel wafer yaitu 10 panelis , dan yang menjawab benar ( dihitung ) yaitu 2 panelis. Berdasarkan dari tabel perhitungan, pada konsentrasi 5 % dengan jumlah panelis  yaitu 9 . Maka dianggap Tidak Beda Nyata ( TBN ), hal ini karena nilai yang dihitung lebih kecil dari tabel. Berdasarkan dari tabel perhitungan, pada konsentrasi 1 % dengan jumlah panelis 10 yaitu  2. Maka dianggap Tidak  Beda Nyata ( TBN ), hal ini karena nilai yang dihitung lebih kecil dari tabel. Berdasarkan dari tabel perhitungan, pada konsentrasi 0,1 % dengan jumlah panelis 10 yaitu 2. Maka dianggap Tidak Beda Nyata ( TBN ), hal ini karena nilai yang dihitung lebih kecil dari tabel.
Kondisi ini juga mungkin disebabkan karena panelis kurang berkonsetrasi dan belum terlalu paham mengenai penelian  pada saat melakukan pengujian tersebut. Karena keadaan fisik dan psikologis panelis yang baik mempengaruhi keberhasilan panelis dalam memberikan respon benar terhadap benda rangsang.







KESIMPULAN
                      Kelompok 3 menyimpulkanUji duo-trio di dalam industri pangan dapat digunakan salah satunya adalah untuk reformulasi suatu produk  baru, sehingga dapat diketahui ada atau tidaknya perbedaan antara produk lama dan baru. Kelemahan uji duo trio adalah sulit mendeskripsikan sampel yang sama dengan pembanding karena panelis akan sulit untuk mengingat secara detail bahan yang sedang dianalisis, biasanya uji ini dapat dilakukan dengan mudah oleh seseorang yang memiliki daya ingat yang tinggi.
Dari hasil praktek yang telah dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut :
- Pengujian pembedaan duo trio ini menggunakan sampel waferdengan kode sampel 369 dan 258.
- Pengujian pembedaan duo trio, diperoleh data keseluruhan panelis hanya 2 terpilih.
- Calon panelis yang dapat mendeteksi perbedaan dengan benar hanya 10%.
- wafer yang diuji dapat dibedakan dengan kategori warna , rasa dan kerenyahan saat dicicipi panelis.
- Dalam pengujian, semua panelis dinyatakan  Tidak Beda Nyata, karena nilai yang dihitung lebih kecil dari tabel.
- Pengujian pembedaan digunakan untuk menilai pengaruh macam-macam perlakuan modifikasi proses atau bahan dalam pengolahan pangan bagi industri, atau untuk mengetahui adanya perbedaan atau persamaan antara dua produk dari komoditi yang sama.
- Contoh pembanding dalam pengujian duo-trio merupakan hal yang sangat penting dalam pegujian,terutama dalam pengujian pemilihan dan scalar.










DAFTAR PUSTAKA

Anonim2.2011. http://www.scribd.com/doc/131564594/Duo-Trio-Laporan diakses pada  tanggal 20 April 2013
Kartika, B ; Hastuti, P dan Supartono,W, (1987), Pedoman Uji Inderawi Bahan Pangan, PusatAntar Universitas Pangan danGizi, Yogyakarta.
Soekarto, S.T., (1985), PenilaianOrganoleptik, Bhatara Karya Aksara, Jakarta.



Senin, 11 April 2016

Gerimis-gerimis Rindu

Diposting oleh Luneta Aurelia Fatma di 07.25.00 0 komentar

Perlahan tetes-tetes hujan jatuh
Mengalir lembut jatuh bersama air mata
Ku pejamkan mata ini
Terasa hangat kenangan yang telah berlalu

Bau tanah basah menusuki hidung
Hatiku tersentak
Rindu ini masih ada
Belum berakhir

Terbayang wajahmu hangat
Tersenyum manis, menatapku teduh
Entah perpisahan sudah berlalu
Namun, kenapa kamu masih tetap bertahan di hati ini?

Gerimis-gerimis rindu
Aku merindukan dia
Dia yang kini seakan tidak ku kenal
Dia yang sudah terasa begitu jauh

Genggaman dan pelukan hangat
Begitu cepat musnah
Rindu ini semakin mendekap
Rindu ini semakin tak tertahan

Aku rindu. Rindu kamu.
Meski aku paham masa itu tak akan pernah kembali
Meski aku sadar jika masa itu kembali

Semua tidak akan pernah sama lagi.

Selasa, 01 Maret 2016

Balada Mahasiswa/i Teknologi Pangan (Semester 5)

Diposting oleh Luneta Aurelia Fatma di 14.02.00 2 komentar
Haiii Lunitty~

Salam Meong dari Inet hehe. Selamat liburan untuk para mahasiswa yang ingin menuju semester genap. Tapi, kayaknya yang lain udah selesai liburan malah ada yang udah masuk hehe. Entah kenapa, Usahid telat kali ini hehe. Yup, liburan pun tinggal sisa seminggu lagi nih huhu. Gak berasa, karena seminggu yang lalu aku udah mulai kerja lagi hehe alhamdulillah.

Sampai lagi kita ke tulisan aku mengenai bagaimana kehidupan anak-anak tekpang hehe menurut pribadi aku tentunya.  Dan gak nyangka sudah sampai semester 5 nih hehe. Gak kerasa begitu cepat, udah ada maba-maba aja. Oke sedikit cerita, saat akhir semester 4 aku mulai kerja jadi QC di salah satu Pabrik Kosmetik (Untuk cerita mengenai kerja dan alasan aku kerja bisa di liat postingan-postingan aku sebelumnya karena aku gak mau bahas banyak ‘luka’ disini). Kita flashback dikit dulu yuk tentang Semester 4.
Di semester 4 menurutku berat, tapi aku baru sadar tiap semester itu berat cuma semester 1 aja yang gak terlalu berat hehe. Dan inilah nilai yang aku capai di semester 4 :

Ilmu Gizi  3sks B
Statistik Industri 3sks C
Satuan Operasi dan Mesin Industri Pangan 3sks B
Ekonomi Teknik 2sks A
Mikrobiologi Pengolahan Pangan 2sks B
Praktikum Mikrobiologi Pengolahan Pangan 1sks B
Praktikum Rekayasa dan Proses Pangan 2sks B
Teknologi Pati 2sks B
Sistem Jaminan Halal 2sks B
Teknologi Enzim 2sks B
Analisis Pangan 2sks B

Taraaaang!!! Cuma 1 huruf A dan aku gak nyangka banget itu Ekonomi Teknik, matkul yang aku pikir berat bangeeeet! Dan susah banget dapetin nilai A di semester 4 :( Dan, bersyukurnya nilai Analisis Pangan dapat B hehe setelah agak takut karena nilai UTS aku dapat 34 (udah kebayang ngulang matkul ini). Statistik Industri udah ga yakin bisa dapet nilai bagus dan huf berakhir nilai C kan huhu. IP gak nyampe 3 dan nanggung banget 2.96 itu rasanya......uuuuuuwwww sakit. Ya, tapi gapapalah ya pikiran juga udah terpecah karna semester 5 harus masuk kelas ekstensi (Untuk alasan masuk kelas ekstensi bisa cek postingan-postingan aku sebelumnya ya hehe). Yup, semester 5 aku pindah kelas ke kelas ekstensi. Ngerasa sedih dan galau banget karena aku pun udah kerja dan boooom! Aku bener-bener pindah kelas ekstensi tapi masih ambil kelas reguler juga. Jadilah aku anak blasteran (reguler-eksekutif) dan kesalnya ternyata aku berhenti kerja-___-
Oke, inilah matkul yang aku ambil di semester 5 :

Penilaian Makanan Inderawi 2sks
Kewirausahaan 2sks
Sanitasi dan Keamanan Pangan 2sks
Praktikum Satuan Operasi dan Keteknikan 2sks
Teknologi Hasil Perkebunan 2sks
Teknologi Pengolahan Hasil Laut 2sks
Aplikasi Komputer dan Analisis Data 3sks
Prinsip Teknik Pangan 3sks
Riset Operasional 3sks
Evaluasi Gizi dalam Pengolahan Pangan 2sks

Sepertinya postingan ini akan banyak cerita bukan tentang bagaimana kehidupan mahasiswa tekpang tapi juga gimana sih rasanya jadi anak kelas ekstensi. Oh iya buat yang belum tau, kelas ekstensi/eksekutif adalah kelas yang di khususkan untuk mahasiswa/i yang bekerja dan jam kuliahnya kalau gak malam ya hari Sabtu dan satu kali pertemuan di hitung 2x pertemuan.
Nah, untuk semester ini status kemahasiswaanku sudah berubah menjadi kelas eksekutif dengan bayaran kuliah yang tentunya lebih mahal huhu.

Oke, sebelum membahas kelas ekstensi aku akan membahas matkul semester 5 dulu nih hehe. Aku akan bahas satu persatu seperti postingan Semester 4.

Penilaian Makanan Inderawi dengan dosen yang sama saat Teknologi Pati dulu, dosen killer yang belajarnya menggunakan e-book Bahasa Inggris dan kita di suruh presentasi berdasarkan e-book Bahasa Inggris sebagai acuan. Namun, bersyukur ada modul acuan gitu. Jadi, disini kita belajar bagaimana cara orlep (organoleptik) yang baik dan benar dan membuat formulir organoleptik gitu. Seru juga sih ini matkul hehe walaupun masuknya pernah pagi banget jam 7 harus udah di kampus-_-
Kewirausahaan dengan dosen yang berbeda saat UTS dan UAS. Ini nih matkul yang sebenarnya seru, kurang lebih sama kayak Manajemen Perusahaan Industri saat semester 3 lalu, cuma di matkul ini kita disuruh buat Bussines Plan dan Studi Kelayakan mengenai Usaha kita gitu. Aku dan teman sekelompok mengidekan donat talas (Untuk paper sudah di post di postingan sebelumnya) gitu deh. Seru sih tapi saat UAS bingung cuma presentasi gitu dan gak jelas deh-_-
Sanitasi dan Keamanan Pangan, belajar GMP, HACCP, Limbah, dan lain-lain. Ini adalah salah satu matkul yang menurutku penting hehe. Mengenai kebersihan gitu walaupun sempat agak jijik membahas kotoran dan hama gitu deh.
Praktikum Satuan Operasi dan Keteknikan dengan berbagai dosen-___- Ada kelas responsinya juga. Ini kita masak-masakan lagi tapi lebih fokus ke peralatannya gitu kayak membuat bolu, cookies, cake, pembekuan kentang dan salak, sortasi, grading, pengecilan ukuran buah dan sayuran.
Teknologi Hasil Perkebunan yang belajarnya tentang kelapa sawit, cokelat, teh, kopi, dan lain-lain. Karena dosennya seru, belajar ini jadi mengasyikkan gitu deh.
Teknologi Pengolahan Hasil Laut yang materinya banyaaaak banget udah gitu setiap kuliah pasti aku ngantuk-_- Ini belajar semua tentang hasil laut, cara penanganan, dan cara pengolahan. Teman-teman regulerku kebanyakan mengambil Teknologi Emulsi sebagai matkul pilihan sementara aku agak nyesel ambil matkul ini sebagai matkul pilihan :(.
Aplikasi Komputer dan Analisis Data, harus bawa laptop/notebook tiap kuliah. Belajar cara menghitung statistik di software. Agak awam banget sih sebenernya, tapi ini penting banget buat penelitian aku nantinya. Selain excel, aku belajar perangkat lunak baru seperti SPSS, Minitab, dan Sigmaplot. Dan gimana cara ngolah data gitu. Agak bingung juga dan sempat panik karena notebook ku kan lagi error gitu hehe. Ujiannya teorinya Cuma dikit dan sisanya harus nanganin kasus dan diolah datanya gitu.
Prinsip Teknik Pangan, matkul yang susah bangeeeet. Fisika bangeeeet!!! Dan aku kan gak suka fisika huhuhu makanya berat banget ketika dihadapkan matkul ini.
Riset Operasional yang katanya belajar ini bisa jadi konsultan hehe. Belajar teori keputusan, teori permainan, metode simpleks, penugasan, dan lain-lain. Yang susah di metode simpleks ehehe bikin bingung. Materinya banyak banget hitungan dan logika gitu tapi seru hehe walaupun susah sih wkwk
Evaluasi Gizi dalam Pengolahan Pangan, matkul semester 7 yang aku ambil. Matkul yang materinya banyak banget kayak gabungan Ilmu Gizi dan Analisis Pangan juga Sanitasi-_- Dan jujur kesulitan banget di matkul ini :( agak nyesel ngambil gitu.

Nah, itulah 23sks yang aku ambil dan sisa sksku tinggal sekitar 30an. Semoga bisa lulus 3.5 tahun. Amiiiiin. Sayang juga ya 1sks gak kepake hehe. Okelah, sebelum cerita suka duka anak ekstensi. Aku akan cerita gimana jadi anak blasteran reguler-ekstensi.

Di kelas Reguler mulai sepi, mulai banyak yang gugur ataupun pindah kelas kayak aku dan Era. Tapi, aku masih sempetin ikut kepanitiaan seperti saat menyambut maba-maba lucu wkwk. Aku sempat mimpin games untuk maba tekpang lho hehe. Walaupun sedih udah gak padus padahal baru aja padus punya ruangan di markas besar UKM huf. Aku juga ikut kepanitiaan Safotech Expo 2016 Januari lalu, jadi bagian Acara Seminar Pangan Sehat, Aman, dan Halal dan gak nyangka jadi MC wkwk. First time banget deh! Berasa banget deg-degannya. Aku juga mulai nonton sidang seminar UP (Usulan Penelitian) para Senior, nonton sidang wajib untuk ekstensi 3x karena merupakan salah satu syarat nantinya kita ngajuin sidang seminar UP. Berasa degdegan nonton sidang, gak kebayang suatu saat aku akan ada di posisi kayak mereka.

Hmm...lanjut suka duka anak ekstensi.
Gabut sih jadi anak ekstensi tapi gak kerja hehe. Aku kuliah cuma Kamis, Jum’at, dan Sabtu full dari pagi-malam. Awalnya aku gak tau kalau kuliahnya itu 2 minggu sekali, bingung deh hehe tapi dari kelas ekstensi aku jadi kenal banyak orang-orang kerja bahkan yang sudah bapak-bapak. Bedaaaaa banget sama anak reguler yang masih pada cengengesan. Di kelas ekstensi juga banyak yang pintar-pintar sehingga aku harus berusaha giat gimana caranya biar aku bisa ngimbangin mereka (yang ternyata sangat susah). Di kelas ekstensi lebih kelihatan individu, yaiyalah mereka udah kerja juga jadi untuk sosial ya sekedarnya aja. Aku juga akrab dengan beberapa anak alih kredit dari kampus impian aku dulu (ngetik ini berusaha untuk gak baper dan galau wkwk), mereka baik sama aku dan ada salah satu yang selalu manggil aku ‘Sayang’ dan perhatian banget udah kayak kakak cewek kandung aja hehe.
Aku juga sempat ujian di Aula bareng 2 kelas lainnya yang first time banget ujian di aula. Ujian di gedung baru Usahid juga pernah sekali. Pokoknya beda banget sama anak reguler. Pas ujian juga gak ada partner nyontek aku si Fardhan wkwk.

Suka duka jadi anak blasteran reguler-ekstensi?
Yup, sedihnya banyak. Sangat sedih pisah sama anak reguler. Tapi, aku paham. Aku harus bisa dan kuat juga mandiri. Meski beberapa kali merasa kesepian dan merasa kesulitan dalam belajar. Pikiran udah kepecah. Nilai-nilai turun. Tapi, aku selalu berusaha sebaik mungkin kok untuk diri aku sendiri. Walaupun gak jelas banget jadi blasteran gini. Gak jelas deh.
Semester ini, aku juga mulai cari tempat PKL hehe. Gak nyangka cepet banget yah. Aku udah survey ke salah satu Pabrik di Tangerang. Ngurus surat pengantar dan proposal. Yah, sekarang jalanin aja deh hehe.

Semester 6 aku akan ambil full ekstensi. Itu artinya, aku benar-benar berpisah dengan anak reguler yang gak aku sangka banget. Aku bakal kangen semuanya terutama suasana BEM beserta anak cowoknya yang konyol dan teman-teman dekat di kampus. Aku juga akan kangen gimana masa-masa jadi anak Padus hehe. Huwaaa sediiiih pisah :(

Namanya juga perjuangan selalu ada pengorbanan. Makasih buat semuanya yah. Aku akan berjuang di kelas ekstensi. Semangaaaat! Oiya aku udah mulai kerja lagi walaupun ya...menyimpang hehe. Tapi, ya gapapa deh. Semoga bisa bagi waktunya. Amiiin.

Oke, sampai sini dulu ya...makasih udah mau baca curhatanku yang banyak nyimpangnya hehe. Sampai jumpa semester depan!

Mau tau kisahku di Semester 4? Ini linknya Balada Mahasiswa/i Teknologi Pangan (Semester 4)

XOXO,

Inet

My Birthday :)

Daisypath - Personal pictureDaisypath Happy Birthday tickers
 

PURPLE CATZ Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review