Powered By Blogger

Rabu, 22 Januari 2014

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA : Isoterm Freundlich

Diposting oleh Luneta Aurelia Fatma di 03.40.00 0 komentar


LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA

Isoterm Freundlich
7 Januari 2014



Disusun Oleh :
Kelomok 1
                                                Aprilisa Siwi Lestari   (2013340003)
                                                Kinanty Praha Saputri (2013340011)
                                                Lina Anisah                 (2013340005)
                                                Luneta Aurelia            (2013340014)
                                                M.Rofit Amrizal         (2013340096)

Jurusan Teknologi Pangan
Fakultas Teknologi Industri Pertanian
Universitas Sahid Jakarta
2013DSC_0899.jpg


Isoterm Freundlich

1)      Tanggal Praktikum: Selasa 7 Januari 2014
2)      Tujuan Percobaan
-          Verifikasi isoterm freundlich
-          Mempraktekkan konsep mol
3)      Teori Singkat
            Adsorbsi adalah gejala pengumpulan molekul-molekul suatu zat pada permukaan zat lain, sebagai akibat dari ketidakjenuhan gaya-gaya pada permukaan zat tersebut. Adsorbsi dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu;
1)      Adsorbsi fisik, yaitu berhubungan dengan gaya van der waals dan merupakan suatu proses bolak-balik antara gaya tarik menarik antara zat terlarut dan adsorben  lebih besar daya tarik menarik antara zat terlarut dengan zat pelarutnya maka zat yang terlaut akan diadsorbsikan pada permukaan adsorben.
2)      Adsorbsi kimia, yaitu reaksi yang terjadi antara zat padat dan zat terlarut yang teradsorbsi.

 Perbedaan adsorpsi fisik dan kimia
Adsorbsi Fisik
Adsorbsi Kimia
Molekul terikat pada adsorben oleh gaya van der Waals


Molekul terikat pada adsorben oleh ikatan kimia
Mempunyai entalpi reaksi – 4 sampai – 40 kJ/mol


Mempunyai entalpi reaksi – 40 sampai – 800 kJ/mol
Dapat membentuk lapisan multilayer

Membentuk lapisan monolayer
Adsorpsi hanya terjadi pada suhu di bawah titik didih adsorbat


Adsorpsi dapat terjadi pada suhu tinggi
Jumlah adsorpsi pada permukaan merupakan fungsi adsorbat


Jumlah adsorpsi pada permukaan merupakan karakteristik adsorben dan adsorbat
Tidak melibatkan energi aktifasi tertentu

Melibatkan energi aktifasi tertentu
Bersifat tidak spesifik

Bersifat sangat spesifik

            Dalam adsorbsi digunakan istilah adsorbat dan adsorban, dimana adsorbat adalah substansi yang terjerap atau substansi yang akan dipisahkan dari pelarutnya, sedangkan adsorban adalah merupakan suatu media penyerap yang dalam hal ini berupa senyawa karbon.

            Adsorbsi adalah gejala pengumpulan molekul-molekul suatu zat (gas, cair) pada permukaan zat lain (padatan, cair) akibat adanya kesetimbangan gaya. Zatyang mengadsorbsi disebut dengan adsorben dan zat yang teradsorbsi disebutadsorbat.Adsorben umumnya adalah padatan, sedangkan adsorbatnya adalah cairanatau gas. Proses adsorbsi merupakan proses kesetimbangan baik adsorbsi gasmaupun cairan. Contoh proes adsorbsi yang digunakan sehari-hari misalnya ialah:
1)      Penyerapan air oleh zat pengering
2)      Penghilangan warna dalam industri tekstil
3)      Penghilangan zat warna pada pabrik gula
4)      Pengeringan udara atau pengambilan uap air dengan silika gel padalaboratorium
           
            Adsorbsi terjadi pada permukaan zat padat karena adanya gaya tarik atom atau molekul pada permukaan zat padat. Molekul-molekul pada permukaan zat padat atau zat cair, mempunyai gaya tarik ke arah dalam, karena tidak ada gaya-gaya lain yang mengimbangi. Adanya gaya-gaya ini menyebabkan zat padat dan zat cair, mempunyai gaya adsorbsi. Adsorbsi berbeda dengan absorbsi. Pada absorbsi zat yang diserap masuk ke dalam absorbens sedangkan pada adsorbsi zat yang diserap hanya terdapat pada permukaannya.
            Ada dua persamaan yang sering dipakai untuk menjelaskan proses adsorbsi pada permukaan zat padat. Yang pertama adalah persamaan Langmuir yang dikenal sebagai “isoterm adsorbsi dari Langmuir”. Persamaan ini berlaku untuk adsorbsi dari satu lapisan (monolayer) pada permukaan zat padat yang homogen. Persamaan Langmuir dapat diturunkan secara teori dengan memperkirakan suatu keseimbangan antara molekul yang di adsorbsi dan molekul yang masih bebas. Isoterm itu adalah sebagai berikut:

 =   +  c …………….. Isoterm Langmuir

Dimana:
            c = konsentrasi dari molekul solute yang bebas (yaitu dalam larutan)
            x = berat solute yang teradsorbsi oleh m gram adsorbent (satuan mol)
            α dan β = tetapan tetapan

            Isoterm Langmuir biasanya berlaku untuk proses adsorpsi dari gas permukaan zat padat. Untuk Adsorpsi dari cairan permukaan zat di pakai Isoterm Freudlich. Isoterm Freundlich adalah persamaan empiris (yaitu tidak dapat di turunkan secara teori). Isoterm itu adalah sebagai berikut:

X / m = Kcn …………… Isoterm Freundlich

Dimana :
            n = tetapan empiris dengan nilai  0,1 sampai 0,5
            k = tetapan



5)      Alat dan Bahan
Alat-alat:
ü  Buret (50 ml)
ü  12 Erlenmayer (250 ml)
ü  Corong
ü  Kertas Saring (kasar)
ü  Gelas Ukur (100 ml)
ü  2 pipet (10 ml, 20ml)

Bahan:
ü  Asam Oxalat (COOH)2 konsentrasi 0,1 M
ü  Charcoal aktif (kira-kira 30 g)
ü  NaOH (standard 1 M)




6)      Prosedur Percobaan
1)      Timbang 1 gr arang aktif dalam suatu Erlenmeyer (enam kali)
2)      Pada setiap Erlenmeyer tambah 100 ml larutan asam oxalat dengan konsentrasi sebagai berikut:
DSC_0527DSC_0527









1 gr      Arang Aktif
1 M      Asam Oxalat 10 ml

3)   Kocok dan diamkan larutan itu selama 30 menit sehingga tercapai keseimbangan.
4)   Saring setiap larutan (pakai kertas saring yang kasar)
5)   Titrasi asam oxalat memakai titran NaOH dengan konsentrasi yang cocok (0,1 M,0,1 M, ) dan indikator fenolptalein 3 tetes  (titik akhir dari fenolptaelin itu dari tidak berwarna menjadi merah). Pakai tabel dibawah ini sebagai pedoman.

Konsentrasi dari asam oxalat aslinya
Konsentrasi NaOH
Volume asam oxalat untuk titrasi
1 M
0,1 M
10 ml
0,5 M
0,1 M
10 ml
0,1 M
0,1 M
10 ml
0,05 M
0,1 M
10 ml
0,005 M
0,1 M
10 ml




7.   Hasil Percobaan

Konsentrasi AS. Oxalat
Volume Asam Oxalat
(TITRASI)
Konsentrasi NaOH standart
Volume NaOH
Titrasi
Konsentrasi oxalat tanpa arang (Awal)
Konsentrasi oxalat Di campur arang (akhir)
Tanpa Arang
Arang
1 M
10 Ml
0,1 M
83,65
31,95
0,871
0,301
0,5 M
10 Ml
0,1 M
50,8
112,5
0,508
1,125
0,1 M
10 Ml
0,1 M
24,8
2,8
0,248
0,020
0,05 M
10 Ml
0,1 M
13,95
2,4
0,1395
0,24
0,005 M
10 Ml
0,1 M
0,75
0,75
0,021
0,0075


∆C

X (gram)
X = ∆C x Mr x 100


 
    1000

X/M

LogX/m

log∆C


0,70
3,425
3,390
0,530
0,240

-0.671
-3,702
-3,640
0,5611
0

0,220
1,32
1,272
0,104
-0.6575

0,1155
0,693
0,6902
-0.161
-0.9374

0,0135
0,081
0,0800
-0.096
-1.8696

8.   Perhitungan

Konsentrasi Asam Oxalat             : 1M
Volume Asam Oxalat                   : 10ML
Konsentrasi NaOH standar           : 0,1M

Volume NaOH (titrasi)


Ø Tanpa Arang                             : 1) 87,10 ml
                                                              2) 80,20 ml  +
                                                                  167,30 : 2

Hasilnya                                  : 83,65 ml

Ø + Arang                                                : 1) 30,10 ml
                                                              2) 33,80 ml +
                                                                  63,90 : 2

Hasilnya                                  : 31,95 ml

Konsentrasi Asam Oxalat
Ø Tanpa arang (awal)                   : M. Oxalat = V. NaOH x M. NaOH


 
                                                                         V. Oxalat

                                                       : M. Oxalat =  87,10      x        0,1


 
                                                                               10
                                                              =  0,871

Konsentrasi Asam Oxalat
Ø Di campur arang (akhir)            : M. Oxalat = V. NaOH x M. NaOH


 
                                                                         V. Oxalat

                                                       : M. Oxalat =  30,10      x        0,1


 
                                                                               10
                                                              =  0,301

Ø ∆C                                            : C awal – C akhir

                                                      = 0,57 – 0,301
                                                      = 0,570

Ø X (gram)                                   : X = ∆C x Mr x 100


 
                                                                      1000

                                                            = 0,57 x 60 x 100


 
                                                                       1000
                                                            = 3,425 gram

Ø X/m                                           : 3,425 / 1,007 = 3,401

Ø Log x/m                                    : 0,530

Ø Log ∆C                                     : log 0,570
                                                        =   -0,240




Perhitungan

Dari titik kelompok 3&4 Slope
Ø                y2-y1
             x2-x1

   (-0,9374+0,6575)
=
   (-0,1610-0,1048)

=  1,0530




Persamaan garis
Ø
==
 
              (y-y1)                                       (x-x1)
            (y2-y1)                                       (x2-x1)
           
=
 
         (y-0,6575)                                  (x-0,1048)
     (-0,9374+0,6575)                     -0,1610-0,1048

            -0,2658y -0,1747 = -0,2799x -0,1454
            0,2658y = 0,2799x -0,1454 (di kali -1)
            Y = 1,0530x – 0,5470
            Y = ax + b
            a = 1/n
            n = 1/a, n = 1/1,0530 = 0,9496
            b = log k, k = antilog b = 0,2881

Jadi dapat di peroleh nilai k = 0,2881 dan nilai  n = 0,9496

7.      Pembahasan

Pada percobaan ini, bertujuan untuk menentukan isotherm adsorpsi menurut freundlich bagi proses adsorpsi asam asetat pada arang. Percobaan ini di butuhkan bahan yaitu Asam oxalat konsentrasi 1 M, arang sebanyak 1 gr dan NaOH 10 ml ddengan konsentrasi 0,1 mol dan siapkan 4 buah erlenmayer. Timbang arang, setelah di timbang mendapatkan 1,007 gr dan 1,014 gr Arang dalam percobaan sebagai absorben (zat yang mengapsorbsi), lalu masukkan arang tersebut ke dalam 2 erlenmayer kemudian tambahkan 10 ml Asam Oxalat, kocok dan diamkan selama 30 menit. Kemudian pada 2 erlenmayer yang kosong masukkan 10 ml asam oxalat.

Pada erlenmayer tanpa arang awalnya ditambahkan 3 tetes fenol ptalein. Indicator PP sangat peka terhadap gugus OH- yang terdapat pada larutan NaOH. Namun karena konsentrasi NaOH terlalu rendah dan asam oxalatnya terlalu tinggi menyebabkan tidak adanya perubahan warna saat di titrasi maka di tambahkan menjadi 7 tetes. Semakin besar konsentrasinyanya semakin banyak larutan NaOH yang digunakan. Hal ini disebabkan karena semakin besar konsentrasi, letak antara molekulnya semakin berdekatan sehingga susah untuk mencapai titik ekivalen pada saat proses titrasi. Kemudian di titrasi menghasilkan warna merah muda seulas. Indikator (fenoptalein) menunjukkan bahwa suatu larutan bersifat asam atau basa. Indikator asam-basa seperti pp (fenolptalein) mempunyai warna tertentu pada trayek pH / rentang pH tertentu => yang ditunjukkan dengan perubahan warna indikator. Kalau indikator pp, merupakan indikator yang menunjukkan pH basa, karena dia berada pada rentang pH antara 8,3 hingga 10,0 (dari tak berwarna - merah pink/ merah madu). Kalau pada percobaan Anda ketika NaOH diberi fenoftalen, lalu warnanya berubah menjadi merah lembayung, maka trayek pH-nya mungkin sekitar 9-10. Pada saat titrasi, erlenmayer pertama di butuhkan NaOH dan terjadi titik akhir pada volume 87,10 ml dan pada erlenmayer kedua dengan fenol ptalein yang sama yaitu 7 tetes terjadi titik akhir 80,20 ml.

Pada erlenmayer yang berisi arang setelah 30 menit, disaring menggunakan kertas saring lalu di teteskan fenol ptalein sebanyak 5 tetes pada ke dua erlenmayer tersebut. Setelah satu per satu erlenmayer di titrasi hingga berubah menjadi warna merah muda . Pada erlenmayer pertama terjadi titik akhir pada volume 30,10 ml. pada erlenmayer kedua yaitu dengan fenol ptalein yang sama, di titrasi terjadi titik akhir pada volume 33,80 ml.

Peristiwa adsorpsi yang terjadi bersifat selektif dan spesifik dimana asam oxalat lebih mudah teradsorbsi dari pelarut (air), karena arang aktif (karbon) hanya mampu mengadsorpsi senyawa-senyawa organik. Faktor yang mempengaruhinya yaitu, temperatur/suhu, waktu titrasi.

Adsorpsi arang membuat konsentrasi asam asetat mengalami penurunan. Grafik  plot log x/m terhadap log C diperoleh persamaan regresi linear Y = 1,0530x = 0,5470. Sehingga didapat nilai b = log k, k= antilog b = 0,2881 dan n = 1/a, n= 1/1,0530 = 0,9496. Diperoleh nilai k adalah 0,2881 dan nilai n adalah 0.9496.




8.      Jawaban Pertanyaan

-











9.      Kesimpulan

1)   Pada erlenmayer tanpa arang diberikan 7 tetes fenolpthalein. Pada saat titrasi, erlenmayer pertama di butuhkan NaOH dan terjadi titik akhir pada volume 87,10 ml dan pada erlenmayer kedua dengan fenol ptalein yang sama yaitu 7 tetes terjadi titik akhir 80,20 ml. Terjadi perubahan warna menjadi merah muda.
2)   Pada erlenmayer + arang di berikan 5 tetes fenolpthalein pada ke dua erlenmayer tersebut. Setelah satu per satu erlenmayer di titrasi, berubah menjadi warna merah muda . Pada erlenmayer pertama terjadi titik akhir pada volume 30,10 ml. pada erlenmayer kedua yaitu dengan fenol ptalein yang sama, di titrasi terjadi titik akhir pada volume 33,80 ml.
3)   Arang dapat berfungsi sebagai adsorbsi.
4)   Semakin besar konsentrasi asam asetat yang digunakan maka semakin besar pula jumlah zat dalam larutan asam asetat yang terserap.
5)   Warna yang dihasilkan pada proses titrasi adalah menjadi merah muda.
6)   Titrasi menggunakan larutan standar NaOH 10 ml dengan indikator fenolpthalein
7)   Dari perhitungan regresi linear diperoleh nilai k adalah 0,2881 dan nilai n adalah 0.9496.


11.  Daftar Pustaka

Anonim.2008. Isoterm Adsorpsi. http://smk3ae.wordpress.com (diakses pada tanggal 08 Desember 2011)
Anonim.2010. Adsorpsi Isoterm. http://transtutor.com (diakses pada tanggal 08 Desember 2011)
Tim Labor Kimia Fisika.2011. Penuntun Praktikum Kimia Fisika II. FMIPA-UR, Pekanbaru.









12.  Lampiran

DSC_0924.jpgDSC_0929.jpgDSC_0930.jpgDSC_0921.jpg

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA : Oksidasi Senyawa Organik (Pembuatan Asam Benzoat)

Diposting oleh Luneta Aurelia Fatma di 03.29.00 0 komentar


LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA

OKSIDASI SENYAWA ORGANIK
(PEMBUATAN ASAM BENZOAT)
24 Desember 2013



Disusun Oleh :
Kelomok 1
                                                Aprilisa Siwi Lestari   (2013340003)
                                                Kinanty Praha Saputri (2013340011)
                                                Lina Anisah                 (2013340005)
                                                Luneta Aurelia            (2013340014)
                                                M.Rofit Amrizal         (2013340096)

Jurusan Teknologi Pangan
Fakultas Teknologi Industri Pertanian
Universitas Sahid Jakarta
2013DSC_0899.jpg
OKSIDASI SENYAWA ORGANIK
(PEMBUATAN ASAM BENZOAT)

1.      Tanggal Praktikum: 24 Desember 2013
2.      Tujuan
Mensintesis asam benzoat melalui oksidasi alkohol primer.
3.      Teori Singkat

Alkohol primer dan sekunder dapat dioksidasi menjadi senyawa karbonil.



                              [O]                                        O
RCH2OH                                                    R        C        H
                                                                  2H                 Aldehida
                              [O]                                       O
R-CHOH-R                                                            R        C        R
                                                                              2H                 Keton
Alkohol primer menghasilkan aldehida bila dipanaskan dengan Natrium dikromat dan larutan asam sulfat. Tetapi produk aldehida juga mudah teroksidasi di bawah kondisi ini menjadi asam karboksilat. Metode inihanya berhasil untuk aldehid yang bobot molekulnya rendah yang produknya tersuling dari larutan segera setelah ia terbentuk.
Karena keton lebih stabil pada kondisi oksidasi pada umumnya, maka oksidasi dengan asam kromat lebih cocok untuk alkohol sekunder. Alkohol sekunder dalam larutan aseton direaksikan sedikit demi sedikit sambil diaduk pada 15-200C. Oksidasi berlangsung cepat dan efisien.
Oksidasi gigus metal pada cincin benzene merupakan cara industri yang penting untuk reaksi ini adalah udara.
https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTLunWMKrbAyAGiUhWBhyLKeUJ1ytE7L0sGGnqA1iuDg6w1bBIBsA
Asam benzoat adalah zat pengawet yang sering dipergunakan dalam saos dan sambal. Asam benzoat disebut juga senyawa antimikroba karena tujuan penggunaan zat pengawet ini dalam kedua makanan tersebut untuk mencegah pertumbuhan khamir dan bakteri terutama untuk makanan yang telah dibuka dari kemasannya. Jumlah maksimum asam benzoat yang boleh digunakan adalah 100 ppm atau 1 gram per kg bahan. Pembatasan penggunaan asam benzoat ini bertujuan agar tidak terjadi keracunan. Konsumsi yang berlebihan dari asam benzoat dalam suatu bahan makanan tidak dianjurkan karena jumlah zat pengawet yang masuk ke dalam tubuh akan bertambah dengan semakin banyak dan seringnya mengkonsumsi. 
Asam benzoat terbentuk dari reaksi oksidasi alkohol primer manjadi asam karboksilat dengan oksidator KMNO4 dalam larutan basa yang terbentuk dan filtrat asam benzoat yang di rekristalisasi.

4.      ALAT DAN BAHAN
Alat-alat :

-          Labu alas bulat 200 ml
-          Batu didih
-          Pendingin tegak / alat refluks
-          pH universal
-          Beker Gelas
         Bahan :
-          Kertas Saring
-          Pipet tetes
-          Erlenmayer
-          Corong Buchner
-          Penyaringan vakum

  

-          KMnO4
-          NaOH 10%
-          Toluena
-          Larutan asam sulfat pekat 20%
-          NaHSO3





5.      CARA KERJA

1.      Ke dalam labu 200 ml berdasar bulat, masukkan 38 ml air, 1 g  KMnO4 ,  5 ml NaOH 10% dan batu didih. Hangatkan larutan lalu tambahkan 1.25 ml (1.125g) toluena. Labu selanjutnya disambung dengan pendingin tegak, lalu campuran di refluks selama 45 menit. Setelah selesai dinginkan labu hingga suhu kamar, lalu asamkan campuran hati-hati dengan larutan asam sulfat 20% (sekitar 12 ml).
2.      Pindahkan labu ke ruang asam. Kelebihan KMnO4 di hilangkan dengan penambahan larutan NaHSO3 (sekitar 18 ml). Pada kondisi ini dapat terjadi suspensi Kristal asam benzoat. pH larutan diperiksa dengan kertas pH universal dan tambahkan asam secukupnya hingga pH menjadi 1. Panaskan kembali larutan sehingga kekeruhan yang semula muncul hilang kembali, lalu saring panas-panas untuk menyingkirkan batu didihnya. Dinginkan filtrat dalam lemari pendingin untuk mendapatkan kristalnya.
3.      Setelah itu, Kristal asam benzoat dipisahkan dengan penyaring. Keringkan kristal dan timbang.




6.      Hasil Percobaan

Organoleptik
·         Bentuk                               :          Seperti serbuk kristal
·         Warna                                 :          putih
·         Bau                                    :          Tidak beraroma bau
·         Berat Asam Benzoat          :          0,068   gr
                                                      Kertas saring:                          1,552 gr
                                                      Kertas saring + Kristal:           1,620 gr

7.      Perhitungan

-






8.      Pembahasan

Pada praktikum ini, proses pembuatan Asam Benzoat di butuhkan bahan-bahan seperti KMnO4, NaOH 10%, Toluena, H2SO4 pekat 20%, dan NaHSO3. Awalnya masukan kedalam labu 38 ml air, timbang 1 gr KMnO4, KMnO4 ini serbuk yang terlihat berwana ungu, dan KMO4 sendiri di gunakan untuk oksidasi, lalu 5 ml NaOH 10% dan batu didih di aduk kemudian dihangatkan, ketika proses pemanasan perlu ditambahkan batu didih ke dalam labu dasar bulat, agar ketika larutan dipanaskan tidak terjadi bumping atau timbulnya letupan-letupan pada larutan karena panas lalu tambahkan toluena 1,25 ml.

Selanjutnya  disambung dengan pendingin tegak, lalu campuran tersebut di refluks pada saat refluks di butuhkan waktu yang cukup lama yaitu 45 menit, tujuan refluks tersebut yaitu untuk medidihkan campuran lalu mengkondensasi uap dengan pendingin air dan kembali mencair ke labu reaksi dan juga dengan tujuan mempercepat terjadinya reaksi serta senyawa yang dipanas kan tidak berkurang. Pada saat merefluks diharapkan suhu dijaga jangan sampai melebihi titik didih komponen pembentuknya, karena itulah reaktan dipanaskan dengan menggunakan pemanas air. Setelah refluks selesai, hasil refluks dibiarkan hingga dingin pada suhu kamar, sesudah labu dan larutan campurannya dingin lalu asamkan campuran dengan asam sulfat  20%. Peran dari asam sulfat pekat yang ditambahkan pada reaksi adalah sebagai katalis yang dapat mempercepat berlangsungnya reaksi. Katalis Asam Sulfat pekat dimasukkan perlahan – lahan (setetes demi setetes), karena Asam Sulfat tersebut  bersifat esoterm, jika dimasukkan sekaligus akan menghasilkan panas dan berasap. Ketika H2SO4 dimasukkan, larutan harus sambil diaduk secara konstan (menggunakan pengaduk). 

Kemudian pindahkan labu ke ruang asam, karena campuran tersebut kelebihan KMnO4 maka dihilangkan dengan penambahan larutan NaHSO3 sekitar 18 ml. Penambahan di gunukan sebagai penetralisir atau pemecah MnO4 yang juga pewarna ungu tua selain itu NaHSO3 ini memberikan suasana asam terhadap larutan, pada kondisi ini dapat terjadi suspensi Kristal asam benzoate, kelebihan KMnO4 terjadi karena KMnO4 sangat reaktif dengan bahan-bahan organik, logam, asam, larutan tersebut lalu di cek Ph nya dengan pH Universal maka kita mendapatkan pH 4. Setelah kita mengetahui hasil pHnya lalu kita menambahkan asam secukupnya hingga pH menjadi 1, agar saat didihkan larutannya tetap pada kadar asam. Hal tersebut untuk pembentukan asam karboksilatnya dan untuk akfifasi asam benzoat karena asam benzoate merupakan pengawet berupa makanan atau minuman, pengawet itu biasanya membunuh mikroba, salah satunya yang membuat mikroba tidak bisa tumbuh yaitu dari pH asam tersebut.

Setelah pH  nya 1 Panaskan kembali larutan, tujuannya yaitu agar kekeruhan yang semula muncul menjadi hilang. Saat larutan tersebut masih panas kita saring larutan tersebut dengan menggunakan vakum untuk menyingkirkan batu didihnya, pada saat ini larutan yang awalnya berwarna ungu pekat menjadi jernih ini karena pada saat penyaringan keadalam larutan, larutannya masih panas. Sesudah kita menyaring lalu dinginkan larutan tersebut di lemari pendingin atau kita letakan larutan tersebut di batu es agar mudah mendapatkan hasil kristalnya. Jika larutan tersebut sudah terlihat ada kristal saringlah larutan tersebut dengan menggunakan kertas saring, lalu Kristal yang ada pada kertas saring masukkan ke oven selama 15 menit untuk mendapatkan Kristal yg utuh. Setelah 15 menit kita mendapatkan asam benzoat tersebut, lalu timbang hingga kita mengetahui berapa gram asam benzoate yang kita hasilkan dari proses tersebut. Pada pembuatan Asam benzoate ini mendapatkan 0,068 gr Asam Benzoat.


9.      Jawaban Pertanyaan

-



10.  Kesimpulan

Berdasarkan percobaan pembuatan Asam Benzoat tersebut, dapat disimpulkan bahwa di butuhkan pemanasan dan penyaringan berulang untuk mendapatkan hasil Kristal asam benzoat tersebut. Dibutuhkan waktu yang lama yaitu sekitar 45 menit pada saat di refluks. Hati-hati pada penggunaan asam, pH nya harus menjadi 1, dan kita harus teliti bahan bahan apa saja yang di gunakan pada pembuatan Asam Benzoat tersebut, karena jika tidak maka kita tidak dapat menghasilkan asam benzoate yang utuh.
Pada percobaan ini didapatkan hasil berat benzoat yaitu 0,068 gr Asam Benzoat.




11.  Daftar Pustaka



http://id.scribd.com/pdf/95048371/Asambenzoat,25 November 2012

Anonim.Asam Benzoat , www.dimedical.education.org, 25 November 2012.

Dirjen POM.Farmakope Indonesia Edisi III , Departemen kesehatan RI:Jakarta,1979.

Fessenden, Ralph J. Dasar-Dasar Kimia Organik ,Erlangga: Jakarta, 1999.

http:www.scribd.com/sintesis+asam+benzoat/pdf, 25 November 2012.
















12.  Lampiran


DSC_0876.jpgDSC_0884.jpg




                                                                                                                                          





DSC_0899.jpgDSC_0893.jpgDSC_0892.jpg                                                                            

My Birthday :)

Daisypath - Personal pictureDaisypath Happy Birthday tickers
 

PURPLE CATZ Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review