Powered By Blogger

Minggu, 19 Oktober 2014

LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI PANGAN : Kerja Aseptik, Pembuatan Medium, dan Larutan Pengencer

Diposting oleh Luneta Aurelia Fatma di 00.58.00 0 komentar

LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI PANGAN
KERJA ASEPTIK, PEMBUATAN MEDIUM, DAN LARUTAN PENGENCER







Disusun Oleh:
Kelompok 2
Annisatul Nur Jannah
Dwi Febriyani
Kinanty Praha Saputri
Luneta Aurelia Fatma



Jurusan Teknologi Pangan
Fakultas Teknologi Industri Pertanian
Universitas Sahid Jakarta
2014

KERJA ASEPTIK, PEMBUATAN MEDIUM, DAN LARUTAN PENGENCER
(PLATE COUNT AGAR)
Tanggal Praktikum : 26 September 2014
A.    TUJUAN PRAKTIKUM
Mahasiswa dapat dapat melakukan dan menjelaskan hal-hal sebagai berikut :
1.      Bekerja secara aseptik.
2.      Membuat media dan larutan pengencer untuk uji mikrobiologi.
3.      Mempersiapkan peralatan untuk uji mikrobiologi.
4.      Melakukan dekontaminasai alat dan media pasca uji mikrobiologi

B.     TEORI SINGKAT
TEKNIK KERJA ASEPTIK
Teknik aseptik atau steril adalah suatu sistem bekerja (praktek) yang menjaga sterilitas ketika menangani pengkulturan mikroorganisme untuk mencegah kontaminasi terhadap kultur mikroorganisme yang diinginkan. Dasar digunakannya teknik aseptik adalah adanya banyak partikel debu yang mengandung mikroorganisme (bakteri atau spora) yang mungkin dapat masuk ke dalam cawan, mulut erlenmeyer, atau mengendap di area kerja. Pertumbuhan mikroba yang tidak diinginkan ini dapat mempengaruhi atau mengganggu hasil dari suatu percobaan. Mikroorganisme dapat juga ”jatuh” dari tangan operator, sarung tangan atau jas laboratorium karena pergerakan lengan yang relatif cepat. Penggunaan teknik aseptik meminimalisir material yang digunakan terhadap agen pengontaminasi. Pada kenyataanya teknik aspetis tidak dapat melindungi secara sempurna dari bahaya kontaminan, namun semakin banyak belajar dari pengalaman maka semakin mengurangi resiko yang ditimbulkan.
Teknik aseptik digunakan pada saat :
1.    Teknik aseptik seharusnya digunakan saat kita bekerja dengan mikroorganisme hidup dengan segala media pertumbuhannya.
2.    Teknik  aseptik sebaiknya digunakan ketika kita tidak ingin larutan dari suatu botol tidak berubah sifat akibat aktivitas mikroorganisme, seperti saat membuat buffer meskipun buffer dengan konsentrasi garam tinggi atau mengandung deterjen.
3.    Teknik aseptik disarankan pada saat kita bekerja menggunakan agen atau senyawa yang berbahaya seperti bahan kimia beracun atau bahan radioaktif. Tentu saja perlindungan diri sendiri dari bahaya senyawa ini lebih penting.
4.    Mentransfer biakan dari media satu ke media lainnya. Bakteri kontaminan yang tumbuh tentu saja dapat mengganggu kemurnian biakan dan mungkin saja membuat rancu hasil yang didapatkan.
5.    Memfilter media atau serum dan menghitung jumlah bakteri dengan cara filtrasi. Kontaminasi yang ikut tersaring dapat tumbuh pada media baru yang membuat tidak terpakainya media pertumbuhan tersebut atau mempengaruhi jumlah total bakteri.

Aturan umum teknik aseptik:
Ø Meja kerja sebaiknya jauh dari sesuatu yang dapat menciptakan aliran udara, misalnya tidak ada jendela yang terbuka, tidak dekat dengan pintu yang selalu dibuka-tutup dan jauh dari lalu-lintas orang. Penggunaan kabinet biosafety dapat menjaga dan mengatur aliran udara tetapi ini bukan merupakan suatu jaminan mutlak dari resiko terkontaminasi.
Ø Pastikan meja kerja bersih dari kotoran dan benda-benda yang tidak akan digunakan. Kultur tua atau pipet bekas seharusnya tidak berada di meja kerja. Kotoran seringkali sulit dibersihkan pada sudut-sudut ruang.
Ø Usap meja kerja dengan antiseptik atau senyawa pembersih lain sebelum digunakan. Di sebagian besar laboratorium umumnya menggunakan etanol 70% untuk membersihkannya. Sediakan etanol pada posisi selalu dekat dengan meja. Jika telah selesai bekerja, sebaiknya meja kerja dikosongkan dari peralatan dan bersihkan lagi.
Ø Semua peralatan (pipet, cawan dll.) yang digunakan harus steril. Sebaiknya semua peralatan yang telah disterilisasi diberi label. Jika menemukan alat yang sepertinya telah disterilisai tapi masih ragu terhadap sterilitasnya maka sebaiknya jangan digunakan. Bungkus peralatan baik alat steril sekali pakai atau bukan (pipet, syringe dll) diperiksa terlebih dahulu apakah terdapat kebocoran atau tersobek.
Ø Atur peralatan di meja kerja sedemikian rupa sehingga meminimalisir pergerakan tangan. Alat-alat yang biasanya digunakan dengan tangan kanan (jarum inokulum, filler, pipet dll) letakkan disebelah kanan begitu juga sebaliknya (rak tabung, cawan petri, erlenmeyer dll) terkecuali untuk tangan kidal. Di bagian tengah meja kerja disediakan ruang lapang untuk bekerja.
Ø Membakar mulut atau bagian tepi dari suatu alat dapat membunuh mikroorganisme yang menempel.
Ø Telah siap dengan segala peralatan dan bahan yang dibutuhkan. Semua bahan dan alat untuk prosedur tertentu telah dipersiapkan di meja kerja. Jangan sampai meninggalkan meja kerja untuk mengambil sesuatu yang terlupa atau tertinggal. Perhitungkan semua yang diperlukan beserta cadangannya.
Ø Pakai sarung tangan lateks dan ganti secara berkala. Sarung tangan membantu melindungi dari tumpahan biakan atau bahan kimia berbahaya. Tidak menggunakan sarung tangan dirasa tidak bermasalah jika materi dan bakteri yang diteliti dipastikan tidak berbahaya.
Ø Cuci tangan sebelum dan sesudah bekerja. Cuci tangan dengan desinfektan atau sabun bila tidak ada desinfektan. Cuci tangan dapat membilas mikroorganisme yang ada di tangan.
Ø Minimalisasi gerak : pergerakan tangan dapat menciptakan aliran udara . semakin cepat pergerakannya semakin cepat aliran udara yang ditimbulkan. Pergerakan lengan sebaiknya dilakukan seperlu mungkin dan bergerak secara lembut.
Ø Minimalisasi jarak: jarak antar peralatan diatur seefektif dan seefisien mungikn, antar peralatan jangan diletakkan terlalu jauh.
Ø Minimalisasi keterpaparan : semakin sering menggerakkan sesuatu (mis: cawan berisi media) melewati udara maka semakin besar partikel udara untuk masuk. Semakin lama tutup erlenmeyer terbuka juga semakin besar terkontaminasi.


Catatan penting dalam kerja aseptik :
Ø Tutup erlenmeyer, botol atau cawan sebaiknya dibuka kira-kira 450, tujuannya untuk meminimalisasi udara masuk namun masih dapat mentransfer sesuatu.
Ø Jika diharuskan untuk membuka penuh dan tutup diletakkan di meja kerja, maka tutup dapat diletakkan tertelungkup atau terlentang (muka menghadap ke atas). Jika tertelungkup pastikan permukaannya bersih dan bila terlentang pastikan juga tidak ada gerakan di atasnya.
Ø Untuk menghindari bakteri yang menempel pada jarum inokulum terpental/terciprat maka diameter loops harus berkisar 2-3 mm dan untuk memperkecil getaran panjang kawat tidak lebih dari 6cm.
Ø Tidak boleh menyedot cairan pada saat pipeting dengan mulut.
Ø Untuk menghindari penyebaran mikroba dari tetesan pipet yang terjatuh maka dapat digunakan kain steril yang diberi desinfektan sebagai alas. Kain ini setelah selesai dibuang sebagai limbah berbahaya.

MEDIA/MEDIUM
Media adalah bahan untuk mengembangbiakan mikroba diluar badan manusia atau hewan. Bahan utama media adalah protein yang larut dalam air, misalnya pepton, kasiton, tripton, soyton, sari daging (beef extract/meet extract), sari ragi (yeast extract) dan bahan tambahan lainnya misalnya mineral atau karbohidrat. Untuk media tertentu ada yang memerlukan darah, serum, kuning telur, vitamin, garam, empedu dan lain-lain.
Di perdagangan media dijual dalam bentuk serbuk halus (powder) atau serbuk kasar (granul) kering komponen tunggal atau campuran yang sudah kompak dan serasi. Untuk bisa digunakan tinggal menimbang, menambahkan air, mengemas dan mensterilkan.
Bahkan media yang berbentuk serbuk kering bersifat higroskopik sehingga harus selalu dalam keadaan tertutup dengan rapat.
1.   Syarat media siap pakai
Ø Mengandung zat gizi atau nutrisi
Ø Harus cukup oksigen (untuk bakteri aerob)
Ø Mempunyai kelembapan yang cukup
Ø Mempunyai raksi pH yang cocok
Ø Steril dan terlindung dari pencemaran luar

2.   Sifat fisik media
Ø Media cair (broth), tidak mengandung agar
Ø Media padat (agar), mengandung agar-agar
Ø Media setengah padat (semisolid)
Sebagian bahan pemadat media digunakan agar-agar bubuk. Agar adalah ekstrak dari rumput laut (derivate polisakarida), karbohidrat komplek terdiri dari galaktosa dan tidak mempunyai nilai nutrisi. Untuk media padat kadar agar-agar 1,5-1,8 % , untuk media setengah padat kadar agar-agar 0,4-0,5 % (kurang dari 1%). Untuk media yang bereaksi asam kadar agar-agar dinaikkan lebih dari 2 %.
        Media siap pakai bisa disimpan di lemari pendingin pada suhu antara 4-5oC. Untuk media agar cawan yang basah perlu dikeringkan dulu dalam inkubator. Media yang paling sering digunakan adalah media tabung agar miring, media tabung agar tegak dan media cawan dalam cawan petri (identifikasi bakteri).
3.   Macam-macam media dan gunanya
1.      Media Sederhana
Media ini berguna untuk menumbuhkan bakteri secara umum. Contohnya : air pepton, nutrient broth, nutrient agar. Jenis media ini biasa digunakan juga sebagai dasar dalam pembuatan media yang lebih kompleks.
2.      Media diperkaya (Enriched media)
Berguna untuk menumbuhkan bakteri atau mikroba yang memerlukan zat gizi yang tinggi misalnya media agar darah, Lowenstein Jensen (mengandung kuning telur) Loefflers (mengandung serum kuda), Bordet-gengou (mengandung darah dan gliserol),
3.      Media selektif
Adalah media yang berguna untuk mengisolasi dan mengidentifikasi bakteri tertentu misalnya Mac Conkey Agar. Endo Agar, SS Agar, Brilliant Green Agar (untuk Enterobacteria), Selenit Cystine Broth (untuk Salmonella), Saborauds Medium (untuk Jamur dan Ragi), Tellurit Medium (untuk Corynebacteria).
4.      Media Karbohidrat dan biokimia lainnya
Media ini berguna untuk mengidentifikasinya bakteri menurut kemampuannya dalam mengolah karbohidrat atau lainnya hingga dapat membedakan antara satu jenis bakteri dengan jenis lainnya misalnya : Lactose Broth, Glucose Broth, Tryptone Broth, Simmons Citrate Agar.
5.      Media Transport
Media ini berguna untuk mengangkat specimen bahan tertentu hingga kandungan mikrobanya tidak mudah terganggu oleh kondisi lingkungannya misalnya media Buffered Saline Glycerol (untuk specimen feses/mengandung Salmonella atau Shigella), Stuart Transport Medium (untuk specimen anaerob gonococcus).
6.      Media Assay
Berguna untuk menguji potensi antibiotika dan vitamin.
Contoh : Antibiotik medium 1-20, Vitamin Assay Medium.

Bentuk dan jumlah media
Jumlah media yang akan digunakan di dalam suatu percobaan harus diperhitungkan sedemikian rupa untuk menghindari pembuatan media yang berlebihan karena mahal harganya.jumlah media yang digunakan dapat ditentukan berdasarkan bentuk meda yang di gunakan dan jumlah pekerjaan contoh sbb:
·      Agar cawan                                    :15-20ml/cawan petri
·      Agar tegak                                      :8-9ml/tabung reaksi
·      Agar miring                                    :6-7ml/tabung reaksi
·      Media cair                                       :9-10ml/tabung reaksi
·      Media cair berisi tabung durham    :9ml/tabung reaksi


LARUTAN PENGENCER
            Larutan pengencer/larutan fisiologis adalah larutan yang digunakan untuk mengencerkan contoh pada analisis mikrobiologi. Seperti halnya medium, larutan pengencer yang digunakan untuk mengencerkan contoh biasanya mengandung buffer untuk menjaga keseimbangan ion dari mikroba. Buffer yang biasa digunakan dalam pembuata medium dan larutan pengencer adalah fosfat, karena satu-satunya komponen anorganik yang mempunyai sifat buffer pada kisaran pH normal, yaitu kisaran pH yang dapat mempertahankan keseimbangan fisiologi dari mikroba. Fosfat juga tidak bersifat racun pada mikroba dan dapat merupakan sumber fosfor untuk pertumbuhan mikroba. Garam fosfat yang sering digunakan untuk buffer adalah K2HPO4 ­(kalium monohidrogen fosfat) atau KH2PO4 (kalium dihidrogen fosfat). Sebagai larutan pengencer, selain larutan yang mengandung buffer fosfat dapat juga digunakan untuk larutan garam fisiologi (0,85%) atau larutan Ringer. Larutan pengencer dapat ditempatkan didalam tabung reaksi dalam jumlah 9 ml untuk membuat pengenceraran 1:10  dan 1:100 .

C. ALAT DAN BAHAN
·         Alat :
-          Tabung Erlenmeyer
-          Autoclave
-          Hot Plate
-          Pengaduk
-          Spatula
-          Cawan
·         Bahan :
-          Plate Count Agar (PCA)
-          Kapas
-          Alumunium Foil


D. CARA KERJA
1.      Timbanglah sejumlah medium dengan menggunakan spatula sesuai volume agar yang ditentukan sesuai yang ditertera pada kemasan, dan larutkan kedalam air destilata sebanyak volume yang ditetapkan, di dalam tabung Erlenmeyer.
2.      Kemudian lakukan pemanasan untuk melarutkan agar. Aduk dengan batang gelas selama pemanasan atau dengan pengaduk magnit jika pemanasan dilakukan diatas hot plate agar pada bagian bawah tabung tidak hangus. Hingga warnanya jernih.
3.      Siapkan penutup untuk tabung erlenmeyer. Bungkus kapas dengan alumunium foil sesuai dengan ukuran tabung erlenmeyer.
4.      Setelah larutan berwarna jernih tutup dengan penutup yang sudah di buat.
5.      Lalu lakukan sterilisasi. Sterillisasi dilakukan di dalam autoclave pada suhu 121°C (15 lb) selama 15 menit.

E.     PERHITUNGAN

Plate Count Agar
2 buah erlenmeyer x 30ml air destilata = 60 ml
60ml x 5 = 300ml/1000 x 39 = 11.7gr

F.     DATA PENGAMATAN
Pembuatan Plate Count Agar
Timbang media plate count agar sebanyak 4,7 gram. Masukkan ke dalam erlenmayer. Larutkan media plate count agar dengan air destilata sebanyak 200 ml. Panaskan diatas penangas air hingga warna kuning jernih. Setelah media jernih, tutup elenmayer menggunakan tutup kassa dan alumunium foil. Masukkan kedalam autoclave untuk di sterilisasi pada suhu 121oC selama 15 menit.
Sterilisasi Alat
Ambil cawan petri sebanyak 6 buah. Pisahkan cawan petri menjadi 2 bagian. Bungkus cawan petri menggunakan koran dengan keadaan dibalik. Sterilisasi alat dengan menggunakan sterilisasi kering yaitu oven dengan suhu 170o-180oC selama 2 jam.
Hasil
Nama : Plate Count Agar
Warna sebelum pengadukan : Kuning keruh
Warna sesudah pengadukan : Kuning jernih
Fungsi : Menghitung jumlah mikroorganisme, merupakan pertumbuhan umum.

CARA PENGGUNAAN AUTOCLAVE
1.      Colokan autoclave ke panel listrik.
2.      Nyalakan tombol ON.
3.      Tutup keran yang berada di bawah panic otoklaf agar air tidak keluar.
4.      Isi air sampai batas yang telah ditentukan di dalam panic autoclave.
5.      Biarkan ± 10 menit agar autoclave panas.
6.      Masukkan media yang akan di steril kedalam keranjang lalu masukkan kedalam autoclave.
7.      Kencangkan baut-baut  yang ada disekeiling penutup autoclave.
8.      Geser bandul besi yang berada diatas tutup autoclave sampai keujung besi sehingga tidak ada uap air yang keluar.
9.      Tunggu sampai 1 atm ± 30 menit.
10.  Setelah tekanan 1 atm geser bandul besi sampai ketengah sehingga ada uap air yang keluar.
11.  Tunggu selama 15 menit.
12.  Setelah 15 menit geser bandul sampai posisi besi bandul berdiri, sehingga banyak uap air yang keluar.
13.  Tunggu hingga tekanan turun 1 atm hingga nol.
14.  Setelah sampai nol buka baut-baut yang ada di sekeliling autoclave tadi dikencangkan
15.  Posisi badan saat membuka tutup autoclave yaitu berada di belakang autoclave atau berada dibelakang tutup auttoclave.
16.  Matikan tombol OFF
17.  Buka kran ang berada di bawah agar air bisa keluar.
18.  Keluarkan keranjang yang berisi media.
19.  Cabut colokan autoclave dari panel listrik.

G.    PEMBAHASAN
Media adalah suatu bahan yang terdiri dari campuran zat-zat hara (nutrient) yang berguna untuk membiakkan mikroba. Media juga merupakan makanan atau campuran dari beberapa bahan makanan yang disiapkan untuk pertumbuhan mikroorganisme. Media dapat digunakan untuk isolasi, perbanyakan, pengujian sifat-sifat fisiologis dan perhitungan sejumlah mikroba. Supaya mikroba dapat tumbuh baik dalam suatu media, maka medium tersebut harus memenuhi syarat-syarat, antara lain adalah harus mengandung semua zat hara yang mudah digunakan oleh mikroba, harus mempunyai tekanan osmosis, tegangan permukaan dan pH yang sesuai dengan kebutuhan mikroba yang akan ditumbuhkan, tidak mengandung zat-zat yang dapat menghambat pertumbuhan mikroba, harus berada dalam keadaan steril sebelum digunakan, agar mikroba yang di tumbuhkan dapat tumbuh dengan baik.
Sterilisasi adalah proses atau kerja untuk membebaskan suatu bahan seperti medium pertumbuhan mikroba atau peralatan laboratorium dari semua bentuk kehidupan. Untuk sterilisasi dengan menggunakan pemanasan, biasanya yang digunakan adalah pemanasan kering yaitu menggunakan oven sebagai alat sterilisasinya, dimana dengan menggunakan suatu siklus oven modern yang dilengkapi udara yang dipanaskan dan disaring. Selain menggunakan oven, pemanasan kering juga bisa menggunakan alat yang disebut bunsen dan spiritus, dimana alat ini biasanya untuk mensterilisasi jarum ose yang akan digunakan pada proses inokulasi mikroba. Sedangkan pada pemanasan basah yaitu menggunakanalat yang disebut autoclave, dimana alat ataupun bahan yang akan disterilisasiakan dipanaskan dengan suhu 121oC, dengan tekanan 1-2 atm, selama 15 menit.

H.    KESIMPULAN DAN SARAN
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pengamatan dari praktikum ini, maka diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1.      Fungsi Plate Count Agar (PCA) adalah menghitung jumlah mikroorganisme, merupakan pertumbuhan umum.
2.      Media adalah suatu bahan yang terdiri dari campuran zat-zat hara (nutrient) yang berguna untuk membiakkan mikroba.
3.      Sterilisasi adalah proses atau kerja untuk membebaskan suatu bahan seperti medium pertumbuhan mikroba atau peralatan laboratorium dari semua bentuk kehidupan.
4.      Sterilisasi pada pemanasan kering menggunakan alat yang disebut bunsen dan spiritus, dimana alat ini biasanya untuk mensterilisasi jarum ose yang akan digunakan pada proses inokulasi mikroba.
5.      Seterilisasi pada pemanasan basah menggunakan alat yang disebut autoclave.
6.      Alat ataupun bahan yang akan disterilisasiakan dengan autoclave dipanaskan dengan suhu 121oC, dengan tekanan 1-2 atm, selama 15 menit.

SARAN

Dalam praktikum mikrobiologi pangan ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar praktikum dapat berjalan dengan baik terutama mengenai jumlah alat yang digunakan. Praktikan disediakan waktu lebih banyak lagi agar dapat mengamati objek lebih teliti lagi. Sebelum praktikum lakukan pengecekan alat yang akan digunakan terlebih dahulu.





DAFTAR PUSTAKA

B.     Buku-buku

Widodo, Julius. E. 2011. Penuntun Praktikum Mikrobiologi. Jakarta : SMK Caraka Nusantara.
Deroza, Allen. 2014. Penuntun Praktikum Mikrobiologi Pangan. Jakarta : Universitas Sahid.

C.    Online [30 September 2014]
http://nurulagustinac.wordpress.com/2013/04/22/persiapan-media-larutan-pengencer-dan-kerja-aseptik/






GLOSARIUM

Ø  Aerob : Kondisi tersedia oksigen.
Ø  Aseptik : Keadaan bebas dari mikroorganisme penyebab penyakit.
Ø  Autoclave : Alat pemanas tertutup yang digunakan untuk mensterilisasi suatu benda menggunakan uap bersuhu dan bertekanan tinggi (1210C, 15 lbs).
Ø  Bakteri : Mikroorganisme bersel tunggal yang tidak memiliki inti sel sejati.
Ø  Buffer : Larutan yang digunakan untuk mempertahankan nilai pH tertentu agar tidak banyak berubah selama reaksi kimia berlangsung.
Ø  Ekstrak : Sediaan pekat yang diperoleh dengan mengekstraksi zat aktif dari simplisia nabati atau simplisia hewani menggunakan pelarut yang sesuai
Ø  Higroskopis : Kemampuan suatu zat untuk menyerap molekul air dari lingkungannya baik melalui absorbsi atau adsorpsi.
Ø  Inokulasi : Memindahkan mikroorganisme dari medium lama ke medium yang baru dengan tingkat ketelitian yang sangat tinggi.
Ø  Kontaminiasi : Pengotoran; pencemaran karena kemasukan unsur luar.
Ø  Mikroba / Mikroorganisme : Organisme yang hanya dapat dilihat dengan mikroskop.
Ø  PCA : Plate Count Agar, medium pertumbuhan mikroorganisme yang umum digunakan untuk menilai atau memonitor"total" atau layak pertumbuhan bakteri dari sampel.




LAMPIRAN

           

                     

                      

BALANCE!!!

Diposting oleh Luneta Aurelia Fatma di 00.31.00 0 komentar

Hai...hai...hai...
Menyempatkan diri untuk ngetik sekedar mau curhat ringan namun berat *lho(?)

Well, dari judul postingan kali ini adalah ‘BALANCE’. Ada apa sih dengan keseimbangan? Nah, aku lagi banyak banget kegiatan dan bingung bagaimana bagi waktunya. Dan bahkan gak bisa bagi waktu aku untuk diri sendiri.
Beberapa bulan yang lalu, aku sudah di resmikan menjadi anggota BEM Fakultas Teknologi Industri Pertanian. Belum pembagian divisi sih, namun sudah ada sedikit sindiran mengenai salah satu program kerja yang rutin di lakukan setiap tahunnya yaitu LDKM (Latihan Dasar Kepemimpinan) dan Organisasi Lapangan juga Kunjungan Industri yang dimana angkatan kami menjadi panitia dalam acara tersebut. Membayangkannya saja, sepertinya akan membuat lelah. Tahun lalu saja saat jadi peserta itu lelah banget, karena cuma satu hari dan ke tempat daerah gitu. Kalau kemarin sih baru ikut acara yang menerima mahasiswa baru hihi dede-dede gemezzz dan ada juga TSIP (Temu Sobat Industri Pertanian), namun aku gak jadi panitianya. Pokoknya harus siap banget berkontribusi untuk BEM :)
Selain BEM, di kampus aku juga ikut Usahid Chioir. Nah, jangan bilang ikut di padus itu gampang. Masuknya aja butuh perjuangan, maka setelah ada di dalamnya akan lebih sibuk dan sangat di pertanyakan komitmennya di padus. Masuk di padus itu emang kelihatan sebagai formalitas namun kenyataannya nggak. Setelah ikut PLDK (Latihan Dasar Kepemimpinan) kita jadi tau gimana sih bener-bener jadi anak padus di kampus. Padus kampus emang tujuan utama kami tiap tahun adalah mengisi acara wisuda beserta embel-embelnya seperti dies natalis kampus. Hehe dan enaknya tuh ada honornya kalo ikut ngisi wisuda. Namun, bayar pelatihnya jauh lebih mahal lagi. Seneng sih di padus, jadi tau teknik nyanyi yang bener, jadi bisa baca not, dan solidaritas kita jadi tinggi. Nah, di tahun ini banyak banget agenda buat padus. Satu hal yang pasti, latihan padus itu selalu malam. Biasanya sore dari jam 5 atau habis magrib dan biasanya selesai sekitar jam 8. Kebayangkan gimana gabutnya pulang ngampus, apalagi rumahku yang jauh dari kampus. Kadang suka capek, apalagi aku gak boleh capek karena ada penyakitkan-_- Tapi, harus tetap semangat yeeeei!
Satu lagi organisasi yang aku ikuti. Nah, organisasi yang semakin keren banget. Komunitas Earth Hour Depok, komunitas lingkungan di Depok. Scroll aja yah kalo mau tau apa itu EHD hihi. Setelah serah teriima jabatan antara ketua lama dan yang baru, kami pun di angkat menjadi anggota inti. Semakin berat tanggung jawabnya, apalagi hasil interview kemarin aku kira aku akan di posisikan di divisi kominfo bagian publikasi karena sebelumnya juga aku humas. Ternyataaa, hasilnya aku jadi sekretaris 1 :O Sempet kaget dan bingung tapi mau gimana lagi harus siap. Tanggung jawab besar banget, dan selalu ada di setiap acara bahkan kalo ada undangan. Harus tetap semangat! Tapi enak banget lho jadi banyak kenalan, wawasan luas, pokoknya relasinya banyak dan kerenlah intinya hihi.
Kalau kuliah? Hmm...tugas tiada henti. Sebenarnya gak masalah, tapi suka ribet kalau tugas kelompok. Karena waktu kita suka bentrok untuk ngerjain. Kalo ngerjain sendiri-sendiri nanti gak adil dan egois juga. Semester ini juga ambil 24sks, dan seperti biasa yang berat itu nyusun laporan hehe. Tugas....tugas....tugas...otomatis deadline dimana-mana. Kalau aku kalo ada waktu langsung kerjakan tugas individu dan mempelajari materi yang di sampaikan. Nah, namun karena lelah biasanya waktu luang itu di pergunakan untuk tidur. Mataku sudah terlalu mata panda huhu.
Saat ini aku lagi semangat banget nyari beasiswa luar khususnya ke Perancis, entah ingin aja walaupun ada keraguan. Senang saat email di balas oleh Campus France. Namun, karena sibuk jadi sudah agak jaran belajar bahasa Perancis :(

Intinya, aku harus membuat startegi agar semuanya balance. Harus tetap semangat dan jaga kesehatan. Walaupun sepertinya penyakit Polimenorea ku semakin parah kalau terus kecapekan namun aku suka menjalani semua ini meski lelah banget. Semoga bisa seimbang semuanya. Amin.

Selagi muda, harus banyak hal yang kita lakukan agar hidup kita ini lebih bermanfaat :)

REVIEW PRODUK : Marina UV white extra SPF 30 (Body Essence)

Diposting oleh Luneta Aurelia Fatma di 00.19.00 1 komentar

Marina UV White Body Essence



Hi, Inet Licious :3
Mau review produk baru dari Marina nih hihi. Oh, iya sebelumnya aku berterima kasih untuk Marina karena memberikanku sample gratis dan beauty box yang unyu banget. Dan, memberiku kesempatan menjadi salah satu orang terpilih untuk mereview produk terbarunya ini hehe. Oh iya aku juga seneng banget di beberapa minggu terakhir aku dapet banyak banget produk hihi karena ada yang menang lomba atau kuis juga. Someday aku post yah tapi jujur aku lagi sibuk nih jadi belum sempet posting :)
Well, kita mulai yuk reviewnya hihi.



Review Marina UV white extra SPF 30 (Body Essence)

Aku sebenernya gak terlalu tau apa bedanya Body Lotion Marina UV white dengan Body Essence Marina UV white  tapi kandungan Body Essence Marina Body Essence lebih banyak sepertinya hihi.  Teksturenya sih sama dengan Body Lotion namun harumnya lebih menyengat tapi aku suka sih hehe. Teksturenya lembut dan cukup cepat menyerap pada kulit dan tidak lengket. Harumnya menyengat, namun membuat bersemangat untuk mengaplikasikannya ke kulit. Kandungannya ada Superfruit Acai Berry yang tinggi antioksidan untuk kulit, cocok banget buat aku yang lebih sering beraktivitas di luar ruangan dan selalu berhubungan langsung dengan polusi udara. SPF 30 untuk perlindungan dari sinar UV B, dan PA++ untuk perlindungan sinar UV A. Nah, ini juga cocok banget buat aku yang kadang keluar siang-siang saat matahari sedang terik dan pana banget. SPF 30 dan PA++ dapat melindungi kulit dari sinar matahari yang dapat merusak kulit dan membuat kulit hitam. 10xwhite Yogurt Boost, nah ini untuk membantu kulit kusam tampak lebih cerah dan putih merata. Body Essence Marina UV White ini mempunyai tugas utama yaitu membuat kulit lebih putih ideal tanpa gelap dan kusam kembali. Kalau menurut aku sih kulit hitam tidak masalah, karena selagi kulit itu sehat dan kita bisa merawat diri kita masih bisa tetap cantik. Cuma kalo untuk mencerahkan mungkin semua wanita mendambakannya.
Sejauh ini aku sudah menggunakan Body Essence sekitar 2 minggu, namun hanya di pakai pagi hari saat mau ke kampus. Karena aku juga memakai bermacam-macam body lotion dan varian Marina lainnya jadi hasilnya tidak terlalu terlihat di kulit. Namun, aku merasakan saat memakai Body Essence ini hanya bertahan sekitar tiga jam setelah itu harus pakai lagi.

I Like :
-          Cepat menyerap di kulit
-          Melindungi kulit dengan konsentrasi bahan aktif yang berlipat
-          Harumnya membuat semangat

I Don’t Like :
-          Harumnya menyengat
-          Perlindungannya cepat hilang
-          Isinya sedikit tidak sesuai dengan tempatnya yang cukup besar

Price : Aku gak tau harganya karena dapat sample. Namun, setahuku produk Marina selalu mempunyai harga yang terjangkau untuk remaja daripada produk yang lain (70ml).

Rabu, 10 September 2014

Aku Takut

Diposting oleh Luneta Aurelia Fatma di 07.06.00 1 komentar
Kamu buat aku lemah
Semua sikapmu membuat aku takut
Takut akan perasaan yang tak pernah ku inginkan ada

Tapi...
Sesungguhnya ketakutan itu hanya semu
Aku hanya takut sakit hati

Kamu begitu hebat
Saat kita bergenggam kamu membuatku tenang
Saat kamu ada di sampingku kamu membuatku aman

Tapi...
Aku begitu lemah saat tidak bersamamu
Menggenggam rindu sendirian
Namun...
Aku takut bertemu kamu
Takut tenggelam dalam kepalsuan

Maka, katakanlah apa yang kamu rasakan
Meski tak sesuai dengan apa yang aku harapkan
Tapi bisa menjadi satu kepastian

Karena hati butuh kejelasan :)

Dooooong~

Diposting oleh Luneta Aurelia Fatma di 07.03.00 0 komentar


Hallo Inet Licious, kali ini mau cerita aja nih ya. Mau curcol dikit hehe :p

Ada someone yang belakangan ini buat gue bingung. Bingung sama perasaan sendiri, sampai sekarang aja gue gak mau ngakuin kalo gue yah...suka sama dia. Karena apa? Gue kesel dan gak suka banget sama sikapnya yang keras kepala dan terkadang ngomong kasar, gak banget lah intinya.
Awal kenal dia tuh cuma karena kita ketemu di satu acara dan seterusnya kita selalu datang ke acara yang sama. Kenapa? Alasan dia itu gombal banget katanya biar bisa ketemu gue. Emang gue anggapnya bercanda, tapi setelah itu dia mulai neror gue lewat pesan-pesan singkat dan emote-emote. Dari whatsapp, line, bahkan sms. Gue jaga banget perasaan gue, karena gue tau cukup banyak yang suka sama dia. Bahkan waktu gue lagi jalan sama dia, banyak yang nanyain dia itu siapa gue. Lagi duduk sama dia pun, banyak orang lewat ngajak kenalan. Bayangin aja deh dia itu kayak apa kalo di lihat dari segi fisik.
Gue sempat bingung, dia terus-terusan ngontact gue selama tiga hari. Dia ngucapin selamat pagi, siang, sore, malam ngucapin selamat tidur, bahkan saat gue sakit dia ngasih gue kata-kata yang buat gue melting banget. Dia juga sempet maunya di panggil sayang, dan manggil gue sayang. Gue bingung, padahal kita baru kenal dan siapalah gue di mata dia-_- Karena gue sibuk, gue jadi jarang ketemu dia. Pas ketemu lagi, tiba-tiba sifat dia berubah. Jadi flat gitu ke gue, dan gue langsung mencap dia sebagai cowok modus.
Hari-hari berubah, semakin hari gue semakin kesel banget sama dia. Kesel kenapa? Ya kesel aja gitu maksudnya apa modusin gue kayak gitu? Sementara cuma gue yang di modusin:( Akhirnya suatu rahasia terbongkar, temen gue cerita katanya pas dia awal ketemu gue dia langsung nanya-nanya ke temen gue itu. Nama gue, gue kuliah dimana, dan semuanya. Tapi, saat melihat gue suka caper dia langsung bilang ‘Inet sama kayak cewek-cewek lain.’ Pas denger itu gue langsung JLEB. Gak tau kenapa, gue nyesel ngejutekin dan ngecuekin semua perhatian dia. Perasaan gue campur aduk.
Setelah tau itu, gue coba deketin dia lagi tapi hasilnya nihil. Akhirnya, yaudahlah jalanin aja. Dia ke rumah gue beberapa kali, dan sempet punya pacar juga. Dan yang lebih parah dia pernah mau nganterin gue pulang tapi bareng sama ceweknya, awkward banget gue di dalem mobil dia sampe nanya ‘Tumben Net, kok lo diem aja?’ gue cuma bilang ‘Ngantuk.’ Padahal dalam hati mau teriak ‘Lo lupa atau pura-pura lupa sih pernah ngedeketin gue dulu!’

Nah...sekarang dia udah putus sama pacarnya dan tiba-tiba dia berubah lagi kayak dulu pas ngasih gue pesan singkat tapi bedanya bukan lewat pesan singkat lagi tapi bener-bener secara langsung. Dia gak pernah ngasih pesan singkat ke gue lagi tapi...kalau ketemu dia memperlakukan gue layaknya ‘beda’ gitu. Kalau ketemu gue nyaman banget sama dia. Dia pegang tangan gue, pegang muka gue, makan dan minum bareng, sandaran di pundak gue, ngasih kata-kata melting, dan macem-macem selayaknya orang pacaran. Tapi itu cuma bisa gue rasain kalau ketemu dia. Gue bingung sama dia, gue gak suka di gituin tapi gue nyaman :( Terus gue harus apa? Gue gak bisa di modusin gitu.
Sialnya dia itu gak aktif di media social-_- Jadi gue gak bisa tau perkembangan dia, gue gak tau dia suka sama siapa, dia aslinya kayak gimana, gengsi lah nanya-nanya dia ke temen-temen deket dia apalagi gue kenal sama mantannya itu wkwk. Jadi susah banget, ketemu juga jarang. Tapi kalau ketemuuu, uuuuw melting. Berasa bener-bener bodoh ngerasain perasaan ini!
Gue selalu bilang gak suka sama dia, gak suka, males banget suka sama dia. Tapi? Saat ketemu ada rasa aneh yang gue rasain dan gue gak mau akui. Gue terlalu takut untuk jatuh cinta sama dia. Hati gue lemah banget di perlakukan kayak gitu, tapi gue nyaman banget. Dan, bodohnya gue kangen sama dia kalau gak ketemu tapi kalau ketemu gue males banget tapi seneng. Terus sering mimpiin dia. Oh...GOD-_-gue bingung sama perasaan sendiri deh:( Gue juga takut di modusin dia lagi. Mungkin ini balasan buat gue kali ya karena suka ngemodusin orang-_-wkwk

Oh iya...nyokap gue kenal dia. Yaiyalah dia dulu dia pernah ke rumah gue. Nyokap gak suka sama dia, karena dia orangnya sok. Gue di suruh jangan suka sama dia wkwk.

My Birthday :)

Daisypath - Personal pictureDaisypath Happy Birthday tickers
 

PURPLE CATZ Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review