Powered By Blogger

Sabtu, 13 Februari 2016

LAPORAN PRAKTIKUM SATUAN OPERASI DAN KETEKNIKAN : Pengecilan Ukuran (Buah Tomat)

Diposting oleh Luneta Aurelia Fatma di 18.39.00 0 komentar
LAPORAN PRAKTIKUM SATUAN OPERASI & KETEKNIKAN
PENGECILAN UKURAN
7 November 2015






DisusunOleh:
Kelompok 2
Ana Cholifatul Chusna            2013340001  
Inten Deppy Salera                   2013340009
            Listiani                                    2013340122
            Luneta Aurelia Fatma             2013340014
Rini Wahyuni                         2013340046
Ulfa Ina Wardani                    2013340034

Jurusan Teknologi Pangan
Fakultas Teknologi Industri Pertanian
Universitas Sahid Jakarta
2015   
1.      Pendahuluan
1.1       Judul  :
                        Pengecilan Ukuran

1.2       TanggalPraktikum    :
                        7 November 2015
                 
2.      Teori Singkat
Pengecilan ukuran adalah proses atau sistem operasi dalam teknologi pangan yang mengubah ukuran bahan pangan dari bentuk yang besar ke bentuk atau ukuran yang lebih kecil. Bentuk akhir setelah bahan mengalami proses pengecilan ukuran dapat berupa tepung/bubuk, butiran, irisan/potongan bahan sesuai dengan pengecilan ukuran yang diinginkan. Contoh alat-alat yang digunakan untuk proses pengecilan ukuran adalah mesin penggiling, parutan, mesin atau alat pengiris.

3.      Tujuan
1)      Mengenal Prinsip kerja dan mengoprasikan alat-alat pengecilan ukuran.
2)      Memahami perubahan bahan yang mengalami proses pengecilan ukuran.          

4.      AlatdanBahan
4.1 Alat                                                                             4.2 Bahan
1.      Pisau                                                                      1. Buah tomat
1.      Slicer
2.      Blender
                                                                       
5.      Cara Kerja
1.      Bersihkan buah tomat dari kotoran.
2.      Untuk proses pengecilan ukuran buah tomat, gunakan pisau untuk memotong, slicer untuk memarut, dan blender untuk menghaluskan.
3.      Bandingkan hasil tekstur buah tomat dan efisiensi waktu.
4.      Bersihkan alat.
6.      Data Pengamatan
Gambar
Keterangan

IMG-20151124-WA0001.jpg

·         MenggunakanPisau
Proses pengecilan ukuran buah tomat dengan cara menggunakan pisau untuk memotong buah tomat. Dengan menggunakan pisau, buah tomat dapat di potong sesuai dengan ukuran yang di inginkan.

IMG-20151124-WA0003.jpg

·         Menggunakan Slicer
Proses pengecilan ukuran buah tomat dengan cara menggunakan slicer untuk mengecilkan dengan ukuran yang seragam dengan cara di parut. Pada buah tomat tekstur menjadi halus namun kadar air dan sari buah pada buahtomat terpisah.

IMG-20151124-WA0005.jpg
·         Menggunakan Blender
Proses pengecilan ukuran buah tomat dengan cara menggunakan blender untuk mengecilkan ukuran dalam bentuk butir. Tekstur menjadi halus dan lembut, air dan sari buah menyatu menjadi satu bagian.

7.      Pembahasan
Pengecilan ukuran adalah proses atau sistem operasi dalam teknologi pangan yang mengubah ukuran bahan pangan dari bentuk besar ke bentuk atau ukuran yang lebih kecil. Bentuk akhir setelah bahan mengalami proses pengecilan ukuran dapat berupa tepuk/bubuk, butiran, irisan/potongan bahan sesuai dengan pengecilan ukuran yang diinginkan. Mengecilkan ukuran berarti membagi-bagi suatu bahan padat menjadi bagian yang lebih kecil dengan menggunakan gaya-gaya mekanis. Tergantung dari besarnya bahan-bahan padat yang dihasilkan, pengecilan ukuran di bedakan atas pengecilan kasar dan pengecilan halus. Pengecilan ukuran antara lain dapat menyebabkan bahan-bahan padat menjadi dapat di angkut dengan lebih mudah, mempunyai bentuk komersial yang lebih baik, lebih mudah di proses lebih lanjut.
Tujuan pengecilan ukuran diantaranya adalah untuk mempermudah proses pencampuran dan pengadukan dengan bahan lain, untuk membantu proses penyaringan, untuk menambah luas permukaan, mempermudah pengangkutan, dan secara spesifik membuat bahan menjadi ukuran yang diinginkan. Jika tidak dilakukan dengan benar, operasi pengecilan ukuran dapat menimbulkan kerugian seperti meningkatkan kebutuhan energi terlalu besar, menghilangkan nutrisi, meningkatkan biaya investasi, mengubah rasa dan aroma bahan, mempengaruhi tekstur dan meniningkatkan serangan mikroba. Tujuan ekonomis proses pengecilan ukuran adalah untuk mencapai hasil yang diinginkan dengan biaya yang minimum.
Pada praktikum ini di gunakan buah tomat sebagai bahan yang dikecilkan ukurannya. Buah tomat di bersihkan terlebih dahulu sebelum di kecilkan ukurannya. Buah tomat mempunyai sifat fisik, seperti bentuk, warna kulit, dan daging, serta tekstur yang berbeda menurut varietasnya. Bentuk buah tomat yang mendekati bulat-lonjong, dan tidak perlu pengupasan untuk pengolahan. Buah tomat yang di gunakan sebanyak dua buah pada tiap alat yang di gunakan.
Buah tomat di kecilkan ukurannya dengan prinsip pemotongan yaitu dengan bentuk pipih. Alat yang di gunakan adalah pisau. Bentuk hasil akhirnya tidak sama besar (berbeda ukuran dan ketebalannya). Pada saat buah tomat di potong, kadar air pada buah tomat ada yang hilang sehingga berat buah tomat akan berbeda dengan berat buah tomat sebelumnya. Selanjutnya, buah tomat di kecilkan ukurannya dengan prinsip pemmarutan menggunakan slicer. Hasil akhir dari buah tomat sedikit hancur, dan kadar air pada buah tomat terpisah dari sari buah. Tekstur menjadi halus tetapi alat slicer tidak cocok di gunakan pada buah tomat karena tidak efektif. Selanjutnya, buath tomat di kecilkan ukurannya dengan menggunakan blender. Tekstur tomat menjadi butiran dan halus, air dan sari buah menyatu menjadi satu bagian. Blender sangat cocok untuk menghaluskan buah tomat.
Berdasarkan alat-alat yang di gunakan untuk pengecilan ukuran buah tomat disimpulkan bahwa tomat memiliki kadar air yang tinggi sehingga ketika proses pengecilan ukuran, kadar air pada buah tomat berkurang dan mempengaruhi berat buah tomat pada hasil akhir. Semakin kecil buah tomat kehilangan kadar air maka semakin bagus teknik pengecilan ukuran yang di gunakan. Berat akhir yang lebih rendah berarti lebih banyak mengalami penyusutan karena kehilangan massa dan volume terutama massa air pada buah tomat. Selain itu, massa akhir buah tomat di pengaruhi suhu dan waktu. Semakin lama proses pengecilan ukuran maka massa buah tomat juga akan lebih rendah. Begitupula jika suhu makin tinggi kadar air buah tomat juga cepat menguap. Selain itu, kadar air juga hilang saat dilakukan pemotongan akibat keluar dari jaringan buah tomat.
Pada pengecilan ukuran praktikum ini, kami menyimpulkan bahwa blender adalah alat yang paling efektif untuk pengecilan buah tomat karena blender lebih efisien dan efektif dan meminimalisir penyusutan massa air pada buah tomat. Sedangkan slicer sangat tidak cocok untuk buah tomat karena membuat buah tomat kehilangan cukup banyak kadar air dan penampakan yang kurang baik. Sementara, pisau cukup cocok dengan buah tomat karena bisa di kecilkan ukurannya sesuai dengan ukuran yang di inginkan.

·         Kesimpulan & Saran
Berdasarkan hasil pengamatan dan pembahasan dapat ditarik kesimpulan bahwa pengecilan ukuran adalah proses atau sistem operasi dalam teknologi pangan yang mengubah ukuran bahan pangan dari bentuk besar ke bentuk atau ukuran yang lebih kecil. Tujuan pengecilan ukuran diantaranya adalah untuk mempermudah proses pencampuran dan pengadukan dengan bahan lain, untuk membantu proses penyaringan, untuk menambah luas permukaan, mempermudah pengangkutan, dan secara spesifik membuat bahan menjadi ukuran yang diinginkan. Alat pengecilan ukuran yang paling efektif dan efisien untuk buah tomat adalah blender karena dapat meminimalisir penyusutan massa air pada buah tomat. Namun, setiap bahan hasil pertanian termasuk tomat yang di kecilkan ukurannya memerlukan perlakuan berbeda-beda agar hasilnya sesuai keinginan. Seperti tingkat kadar air, ukuran, bentuk, variasi, dan lain-lain. Hal ini sangat di perlukan untuk pengolahan selanjutnya. Semakin baik pengetahuan tentang pengecilan ukuran, semakin baik pula hasil yang diperoleh dan kualitas pangan pun menjadi tinggi.
Ada pun saran dari kelompok kami adalah untuk hasil yang lebih baik, sebaiknya lebih banyak alat yang dapat di coba terhadap buah tomat sehingga kita dapat lebih tau alat-alat yang lebih efektif dan efisien selain blender atau sebagai bahan perbandingan pengecilan ukuran. Di perlukan juga sosialisasi  yang tepat kepada masyarakat agar teknik pengecilan ukuran yang tepat untuk bahan hasil pertanian.

8.      Kesimpulan & Saran
Berdasarkan hasil pengamatan dan pembahasan dapat ditarik kesimpulan bahwa pengecilan ukuran adalah proses atau system operasi dalam teknologi pangan yang mengubah ukuran bahan pangan dari bentuk besar kebentuk atau ukuran yang lebih kecil. Tujuan pengecilan ukuran diantaranya adalah untuk mempermudah proses pencampuran dan pengadukan dengan bahan lain, untuk membantu proses penyaringan, untuk menambah luas permukaan, mempermudah pengangkutan, dan secara spesifik membuat bahan menjadi ukuran yang diinginkan. Alat pengecilan ukuran yang paling efektif dan efisien untuk buah tomat adalah blender karena dapat meminimalisir penyusutanmassa air pada buahtomat. Namun, setiap bahan hasil pertanian termasuktomat yang di kecilkan ukurannya memerlukan perlakuan berbeda-beda agar hasilnya sesuai keinginan. Seperti tingkat kadar air, ukuran, bentuk, variasi, dan lain-lain. Hal ini sangat diperlukan untuk pengolahan selanjutnya. Semakin baik pengetahuan tentang pengecilan ukuran, semakin baik pula hasil yang diperoleh dan kualitas pangan pun menjadi tinggi.
Ada pun saran dari kelompok kami adalah untukhasil yang lebih baik, sebaiknya lebih banyak alat yang dapat di coba terhadap buah tomat sehingga kita dapat lebih tau alat-alat yang lebih efektif dan efisien selain blender atau sebagai bahan perbandingan pengecilan ukuran. Di perlukan juga sosialisasi  yang tepat kepada masyarakat agar teknik pengecilan ukuran yang tepat untuk bahan hasil pertanian.

9.      Glosarium
1)      Bubuk           : Bahan yang ditumbuk menjadi tepung halus.
2)      Butiran          : Kecil-Kecil.
3)      Irisan             : Terbagi dari beberapa bagian.
4)      Slicer             : Mesin yang digunakan untuk membuat irisan.
5)      Varietas       : suatu peringkat taksonomi sekunder dibawah spesies.
6)      Komersial    : Perdagangan.
7)      Blender        : alat elektronik berupa sebuah wadah dilengkapi pisau berputar untuk mengaduk, mencampur, menggiling, atau melunakan bahan pangan.
8)      Mixer           : Alat yang digunakan untuk memotong bahan pangan yang digunakan dalam persiapan dan pembuatan makanan.
9)      Parutan        : Alat untuk memarut.
10)  Penggilingan: Proses, cara, pembuatan bahan pangan menjadi lebih pipih menggunakan alat penggiling.

10.  DaftarPustaka
Anonim, 2007. Petunjuk Praktikum Satuan Operasi, Fakultas Pertanian. Mataram.UniversitasMataram
Sabariman, dkk.2012. Penuntun Praktikum Satuan Operasi dan Keteknikan. Jakarta. Univesitas Sahid.
Maryani. D  2005. Analisis Pengendalian Kualitas Pada Penggilingan Bahan Pangan. Modjopangoong Tunggulung.
Rifai. Hakim  2012. Peralatan Pengecilan Ukuran. PT. Erlangga, Jakarta.

Tri S. Dan Zein N. 1978. Pengecilan Ukuran Bahan Hasil Pertanian 2. Dikmenjur. Depdikbud.

Kamis, 14 Januari 2016

Cinta

Diposting oleh Luneta Aurelia Fatma di 20.57.00 0 komentar


Pernah ada seorang teman bertanya padaku, “Net, lo sama dia aja sih. Dia udah baik, pinter, alim, kerjaannya bagus. Terus sayang sama lo. Kenapa sih lo tolak terus?” Yang aku bisa jawab cuma tersenyum sambil bilang “Kalo gak sayang untuk apa di terima?”.
Pernah juga ada yang bertanya “Net, kenapa sih lo rela ngorbanin banyak hal buat dia. Gak kasihan sama hati lo? Udah saatnya lo move on.” Lagi-lagi aku tersenyum dan menjawab “Kalau sayang ya harus di perjuangin. Sesakit apapun luka yang di berikan.”

Sampai akhirnya waktu itu tiba...

“Lo kenapa Net?” Seorang teman memelukku erat.
Yang aku bisa cuma menangis tanpa ada senyum sedikit pun.
Yang aku rasakan hanya rasa sakit tak berujung.
Yang aku mau saat itu hanya menangis dan memeluk siapa saja dengan erat.

Rasanya saat itu ingin pergi. Pergi yang jauh. Kalau bisa amnesia. Begitu dalam jatuh pada keputusasaan cinta. Sampai ketika aku melihat cermin. Aku melihat mataku sembab. Air mata tak berhentinya mengalir. Duniaku mendadak abu-abu. Rasanya tenggelam dalam kekecewaan.

“Net. Lupain dia.” Banyak teman bilang begitu.
“Aku sayang dia.” Aku cuma bisa bilang itu. Namun, entahlah. Rasanya bodoh.
“Sampai kapan terus-terusan kayak gini sih?”
“...” Aku diam. Hening.

Sayang. Terkadang, aku bingung kenapa setiap orang yang berpasangan bisa dengan mudah putus dan kembali menjalin hubungan dengan yang lain. Sementara aku? Stay dan stuck di satu orang yang bahkan bukan siapa-siapaku. Dan kenangan yang ada pun tak ada yang bahagia. Kalau ku pikir, tak satu pun yang bahagia. Cuma rasa sakit yang selalu ada. Mungkin ini yang di namakan cinta buta.

“Aku sadar. Aku terlalu lama, menutup hati. Menutup mataku akan sekeliling. Membiarkan orang-orang yang tulus pergi. Begitu bodoh dan lemah selalu menangis sendirian. Bahkan orang yang sedang ku tangisi tertawa dan menari di atas penderitaan hati. Begitu sabar aku habiskan waktu hanya untuk menunggu. Menunggu seseorang yang jelas hanya memanfaatkan rasa sayangku. Begitu polosnya aku ketika hatiku sudah tidak utuh tapi masih mau berjuang. Aku berhenti. Setelah dia mencampakkan aku begitu sadis. Aku tidak ingin mengenal dia. Aku memaafkan. Bahagialah.”

Waktu demi waktu berlalu. Ya, rasa itu perlahan hilang. Tapi, yang parah adalah sikapku. Membuka hati memang, namun ternyata tanpa kusadari memberikan begitu banyak harapan semu pada orang-orang yang tulus.

“Yahilah Net, tinggal jadian aja daripada jomblo mulu.” Seorang teman berkata dengan nada meledek.
“Apalah arti status pacaran? Kalau gak sayang?”
“Sayang bisa hadir seiring berjalannya waktu Net.”
“Gak. Gak pernah ada.” Itulah menurutku.

Sebelum itu, aku pernah mencoba menjalin hubungan tapi berujung mengecewakan mereka.

“Aku sayang kamu.” Pacarku tersenyum. “Pulang bareng yuk.”
“Gak ah.” Itu yang aku jawab.

“Net, pacar lo kecelakaan motor.”
“Dimana? Paling bercanda.” Itu yang aku jawab.

“Kamu tuh gak ada perhatiannya banget sih sama aku.” Pacarku masih sabar menghadapi sikapku.
“Kan dari awal aku bilang, aku sukanya sama temen kamu. Bukan kamu, eh kamu minta jalanin aja. Yaudah jangan salahin aku.”

-Kita Putus- lebih tepatnya dia mutusin aku.

-Balikan lagi- dia yang ngajak balikan lagi.

Saat balikan aku mencoba lebih perhatian dengan dia namun ternyata rasa cemburuku besar. Ya, sangat besar.

“Net, cowok lo si itu ya. Ih, dia kan pernah nembak gue tau.” Seorang teman yang cantik memanasiku.

Lalu malam itu juga.

“Kita putus. Kamu genit. Aku males.”

Tanpa alasan apa-apa lagi. Aku mutusin dia. Dan semenjak itu dia minta balikan terus tak pernah aku hiraukan, sampai akhirnya dia menemukan yang lebih baik. Pacaran sampai 3 tahun lebih dan mungkin sampai sekarang.

Selama ini, aku fokus hanya kepada satu orang. Dan setelah orang itu mencampakkan ku. Aku melupakan segala hal tentangnya. Benci memang, namun aku selalu memaafkan dia.

Hari-hari aku lewati, aku sibuk. Sibuk banget, sampai aku sering sakit. Sampai hati aku benar-benar kosong. Banyak orang silih berganti datang tapi tak mampu untuk mengisi. Tak mampu meluluhkan. Aku bukanlah wanita yang haus akan harta dan tahta bahkan fisik seseorang. Mau orangnya pintar, kaya, ganteng, bahkan alim pun sudah tak berpengaruh. Kalau tak sayang, gak akan aku jalani.
Teman-teman melihat aku kesepian walaupun banyak yang memperhatikan. Aku jadi cewek yang terlalu putus asa. Sangat rapuh. Entah separuh hati dimana, sudah tak utuh.

Sampai akhirnya aku menemukan sosok yang membawaku kembali pada rasanya cinta. Begitu hangat bagai mentari. Menggenggamku erat penuh harapan. Dikala itu aku berjanji, aku tak akan pernah mengecewakan orang yang aku sayang dan menyayangiku ini. Apapun yang terjadi.

Pernah berakhir karena suatu masalah. Namun, saat aku di tengah kebingungan. Aku pun mencoba mengambil keputusan. Rasanya lelah jatuh cinta sendirian. Rasanya tak mau lagi mengalami yang namanya patah hati. Kita lewati kembali hari-hari.

Rasanya begitu semangat dan berwarna kembali, meski sakit aku bahagia. Meski sulit, aku merasa senang. Tapi, ketika dia kembali merasa tak yakin. Aku tak mau lagi menahan dia untuk bahagia. Biarlah aku yang penuh luka. Jangan dia.

Aku mencoba menahan semua rasa yang aku miliki. Rasa sayang yang begitu nyata. Rasa rindu yang menjerat. Dan rasa ingin memiliki yang mendekap. Tapi, semua tak bisa di tahan begitu saja. Ketika ku mulai mengungkapkan rasa-rasa itu, lega dan bahagia. Namun, ketika aku di hadapkan pada kekecewaan. Entah, aku harus merasakan apa?

Lagi-lagi orang yang aku sayang mengecewakan. Rasanya sakit dan perih. Kenapa...harus seperti ini?

Entahlah, dari itu semua aku belajar. Ketika kamu sayang dengan seseorang, berikanlah selalu yang terbaik untuk dia yang kamu sayang. Tak peduli rasa sakit yang di berikan, karena rasa sayang tak mengenal itu bukan? Namun, ketika dia menyakitimu di batas kewajaran. Kamu harus paham, dia bukan yang terbaik untukmu. Lupakanlah. Lupakan semuanya. Lupakan orangnya, kenangannya, rasa sakitnya, bahkan rasa bahagianya. Dan ketika ada yang menyayangimu dengan tulus lakukanlah perasaannya dengan bijaksana namun jika kamu tak punya perasaan yang sama katakanlah sejujurnya, jangan kamu menarik ulur hati itu.


Kata seorang teman, “Perbaikilah diri kamu, maka kamu akan mendapatkan yang terbaik.”

Aku pun sadar, sejauh apapun kita melangkah. Jika Allah sudah menetapkan apa-apa yang akan menjadi milik kita, maka sesuatu itu akan tetap menjadi milik kita. Begitupula dengan jodoh, sejauh apapun dia pergi suatu saat dia akan kembali. Sesulit apapun akan ada jalan untuk kembali dan menjadi milik kita. Percayalah.

My Birthday :)

Daisypath - Personal pictureDaisypath Happy Birthday tickers
 

PURPLE CATZ Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review